Salat Iduladha Jam Berapa? Ini Waktu Pelaksanaan dan Amalan Sunahnya
gas | CNN Indonesia
Selasa, 26 Mei 2026 18:45 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Ilustrasi. Waktu pelaksanaan salat Iduladha perlu diperhatikan setiap muslim. Ketahui jam berapa salat Iduladha agar tidak ketinggalan salat Id berjemaah. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia --
Agar tak terlambat mengikuti salat Id berjemaah, banyak umat muslim mulai mencari informasi waktu pelaksanaannya jelang Hari Raya Iduladha. Lantas, salat Iduladha jam berapa?
Iduladha merupakan salah satu hari raya besar yang selalu dinantikan oleh umat Islam. Banyak umat muslim datang bersama keluarga sejak pagi untuk mengikuti pelaksanaan salat Id dan mendengarkan khutbah.
Oleh karena itu, memahami waktu yang tepat untuk melaksanakan salat Iduladha menjadi hal yang perlu diperhatikan setiap muslim.
Salat Iduladha jam berapa?
Secara umum, pelaksanaan salat Iduladha di Indonesia dilakukan pada pagi hari sekitar pukul 06.00 hingga 08.00 WIB, tergantung kebijakan masing-masing masjid atau lokasi pelaksanaan.
Mengutip buku Panduan Shalat Rasulullah Bagian 2 (2020) karya Imam Abu Wafa, waktu pelaksanaan salat Id dimulai sejak matahari terbit setinggi tombak atau kira-kira seperempat jam setelah matahari terbit hingga sebelum masuk waktu zawal. Adapun waktu zawal, yaitu ketika matahari mulai condong ke arah barat.
Namun, Rasulullah SAW menganjurkan agar salat Iduladha dilaksanakan lebih awal dibandingkan Idulfitri.
Tujuannya agar umat muslim memiliki waktu yang lebih luas untuk melaksanakan penyembelihan hewan kurban setelah salat selesai.
Hal ini berbeda dengan Idulfitri yang justru disunahkan agar sedikit diperlambat, sehingga umat muslim memiliki kesempatan membayar zakat fitrah terlebih dahulu.
Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Ahmad, dijelaskan:
Artinya: Dari Jundab bin Abdillah Al-Bajali RA, ia berkata, "Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallah salat Idulfitri bersama kami saat matahari setinggi dua tombak. Dan beliau salat Iduladha saat matahari setinggi satu tombak." (HR Ahmad).
Hadis tersebut menunjukkan, Rasulullah SAW menyegerakan pelaksanaan salat Iduladha. Oleh karena itu, sebaiknya datang lebih awal ke lokasi agar tidak tertinggal khutbah ataupun pelaksanaan salat berjemaah.
Selain itu, Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah dalam kitab Zadul Ma'ad juga menjelaskan, Rasulullah SAW biasa mengakhirkan pelaksanaan salat Idulfitri dan menyegerakan salat Iduladha.
Baca halaman selanjutnya...
Amalan sunah sebelum salat Iduladha
Selain mengetahui waktu pelaksanaan, umat muslim juga dianjurkan mengamalkan berbagai sunah sebelum dan sesudah salat Iduladha agar ibadah makin sempurna dan penuh keberkahan.
1. Menghidupkan malam Iduladha dengan takbir dan zikir
Malam sebelum Hari Raya Iduladha dikenal sebagai malam takbiran. Umat Islam dianjurkan memperbanyak takbir, zikir, selawat, doa, dan ibadah lainnya sebagai bentuk syukur kepada Allah SWT.
2. Mandi, memakai wewangian, dan mengenakan pakaian terbaik
Sebelum berangkat melaksanakan salat Id, umat muslim disunahkan mandi terlebih dahulu, memakai pakaian terbaik, dan menggunakan wewangian secukupnya.
Amalan ini merupakan bentuk penghormatan terhadap hari raya sekaligus meneladani sunah Rasulullah SAW dan para sahabat.
3. Berangkat berjalan kaki dan melewati jalan berbeda
Rasulullah SAW juga menganjurkan umatnya untuk berjalan kaki menuju tempat salat Id serta mengambil jalan yang berbeda saat berangkat dan pulang. Tujuannya, agar umat muslim bisa memperluas silaturahmi.
Dari Jabir bin Abdullah ra., beliau berkata:
كَانَ النَّبِىُّ صلى الله عليه وسلم إِذَا كَانَ يَوْمُ عِيدٍ خَالَفَ الطَّرِيقَ
"Nabi SAW ketika salat Id, beliau lewat jalan yang berbeda ketika berangkat dan pulang." (HR. Bukhari no. 986)
Selain itu, dari Ibnu Umar ra. disebutkan:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَخْرُجُ إِلَى الْعِيدِ مَاشِيًا وَيَرْجِعُ مَاشِيًا
"Rasulullah SAW biasa berangkat sholat 'id dengan berjalan kaki, begitu pula ketika pulang juga dengan berjalan kaki." (HR. Ibnu Majah no. 1295)
4. Tidak makan sebelum salat Iduladha
Berbeda dengan Idulfitri, pada Iduladha umat Islam disunahkan untuk tidak makan terlebih dahulu sebelum melaksanakan salat Id. Adapun makanan pertama yang dianjurkan untuk disantap setelah salat, yakni daging kurban.
5. Menampakkan kebahagiaan dan mempererat silaturahmi
Hari raya Iduladha juga menjadi momen untuk menunjukkan rasa syukur dan kebahagiaan. Umat Islam dianjurkan menjalin silaturahmi dengan keluarga, tetangga, dan kerabat agar suasana hari raya makin hangat dan penuh keberkahan.
Itulah penjelasan mengenai waktu pelaksanaan salat Iduladha dan berbagai amalan sunah yang dianjurkan. Dengan mengetahui jadwal dan sunah-sunahnya, umat Islam dapat mempersiapkan diri lebih baik untuk menyambut Hari Raya Iduladha.
Jakarta, CNN Indonesia --
Agar tak terlambat mengikuti salat Id berjemaah, banyak umat muslim mulai mencari informasi waktu pelaksanaannya jelang Hari Raya Iduladha. Lantas, salat Iduladha jam berapa?
Iduladha merupakan salah satu hari raya besar yang selalu dinantikan oleh umat Islam. Banyak umat muslim datang bersama keluarga sejak pagi untuk mengikuti pelaksanaan salat Id dan mendengarkan khutbah.
Oleh karena itu, memahami waktu yang tepat untuk melaksanakan salat Iduladha menjadi hal yang perlu diperhatikan setiap muslim.
Salat Iduladha jam berapa?
Secara umum, pelaksanaan salat Iduladha di Indonesia dilakukan pada pagi hari sekitar pukul 06.00 hingga 08.00 WIB, tergantung kebijakan masing-masing masjid atau lokasi pelaksanaan.
Mengutip buku Panduan Shalat Rasulullah Bagian 2 (2020) karya Imam Abu Wafa, waktu pelaksanaan salat Id dimulai sejak matahari terbit setinggi tombak atau kira-kira seperempat jam setelah matahari terbit hingga sebelum masuk waktu zawal. Adapun waktu zawal, yaitu ketika matahari mulai condong ke arah barat.
Namun, Rasulullah SAW menganjurkan agar salat Iduladha dilaksanakan lebih awal dibandingkan Idulfitri.
Tujuannya agar umat muslim memiliki waktu yang lebih luas untuk melaksanakan penyembelihan hewan kurban setelah salat selesai.
Hal ini berbeda dengan Idulfitri yang justru disunahkan agar sedikit diperlambat, sehingga umat muslim memiliki kesempatan membayar zakat fitrah terlebih dahulu.
Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Ahmad, dijelaskan:
Artinya: Dari Jundab bin Abdillah Al-Bajali RA, ia berkata, "Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallah salat Idulfitri bersama kami saat matahari setinggi dua tombak. Dan beliau salat Iduladha saat matahari setinggi satu tombak." (HR Ahmad).
Hadis tersebut menunjukkan, Rasulullah SAW menyegerakan pelaksanaan salat Iduladha. Oleh karena itu, sebaiknya datang lebih awal ke lokasi agar tidak tertinggal khutbah ataupun pelaksanaan salat berjemaah.
Selain itu, Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah dalam kitab Zadul Ma'ad juga menjelaskan, Rasulullah SAW biasa mengakhirkan pelaksanaan salat Idulfitri dan menyegerakan salat Iduladha.
Baca halaman selanjutnya...
Apa Saja Amalan Sunah Salat Iduladha?
Ilustrasi. Ketahui jam berapa salat Iduadha agar tidak ketinggalan salat Id berjemaah. Biasanya, salat Iduladha lebih cepat ketimbang salat Idulfitri. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Amalan sunah sebelum salat Iduladha
Selain mengetahui waktu pelaksanaan, umat muslim juga dianjurkan mengamalkan berbagai sunah sebelum dan sesudah salat Iduladha agar ibadah makin sempurna dan penuh keberkahan.
1. Menghidupkan malam Iduladha dengan takbir dan zikir
Malam sebelum Hari Raya Iduladha dikenal sebagai malam takbiran. Umat Islam dianjurkan memperbanyak takbir, zikir, selawat, doa, dan ibadah lainnya sebagai bentuk syukur kepada Allah SWT.
2. Mandi, memakai wewangian, dan mengenakan pakaian terbaik
Sebelum berangkat melaksanakan salat Id, umat muslim disunahkan mandi terlebih dahulu, memakai pakaian terbaik, dan menggunakan wewangian secukupnya.
Amalan ini merupakan bentuk penghormatan terhadap hari raya sekaligus meneladani sunah Rasulullah SAW dan para sahabat.
3. Berangkat berjalan kaki dan melewati jalan berbeda
Rasulullah SAW juga menganjurkan umatnya untuk berjalan kaki menuju tempat salat Id serta mengambil jalan yang berbeda saat berangkat dan pulang. Tujuannya, agar umat muslim bisa memperluas silaturahmi.
Dari Jabir bin Abdullah ra., beliau berkata:
كَانَ النَّبِىُّ صلى الله عليه وسلم إِذَا كَانَ يَوْمُ عِيدٍ خَالَفَ الطَّرِيقَ
"Nabi SAW ketika salat Id, beliau lewat jalan yang berbeda ketika berangkat dan pulang." (HR. Bukhari no. 986)
Selain itu, dari Ibnu Umar ra. disebutkan:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَخْرُجُ إِلَى الْعِيدِ مَاشِيًا وَيَرْجِعُ مَاشِيًا
"Rasulullah SAW biasa berangkat sholat 'id dengan berjalan kaki, begitu pula ketika pulang juga dengan berjalan kaki." (HR. Ibnu Majah no. 1295)
4. Tidak makan sebelum salat Iduladha
Berbeda dengan Idulfitri, pada Iduladha umat Islam disunahkan untuk tidak makan terlebih dahulu sebelum melaksanakan salat Id. Adapun makanan pertama yang dianjurkan untuk disantap setelah salat, yakni daging kurban.
5. Menampakkan kebahagiaan dan mempererat silaturahmi
Hari raya Iduladha juga menjadi momen untuk menunjukkan rasa syukur dan kebahagiaan. Umat Islam dianjurkan menjalin silaturahmi dengan keluarga, tetangga, dan kerabat agar suasana hari raya makin hangat dan penuh keberkahan.
Itulah penjelasan mengenai waktu pelaksanaan salat Iduladha dan berbagai amalan sunah yang dianjurkan. Dengan mengetahui jadwal dan sunah-sunahnya, umat Islam dapat mempersiapkan diri lebih baik untuk menyambut Hari Raya Iduladha.