Kronologi Terjadinya Peristiwa Rengasdengklok pada 16 Agustus 1945

CNN Indonesia
Minggu, 16 Agu 2026 04:10 WIB
16 Agustus 1945 para pemuda menculik Soekarno dan Hatta, guna mempercepat proklamasi kemerdekaan yang dikenal sebagai peristiwa Rengasdengklok.
Ilustrasi. Diorama Lorong Waktu Sejarah Bangsa terkait Peristiwa Rengasdengklok. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Peristiwa Rengasdengklok pada 16 Agustus 1945 merupakan salah satu momen paling penting dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. Simak penjelasan singkat peristiwa tersebut.

Peristiwa ini terjadi sehari sebelum pembacaan Proklamasi Kemerdekaan, ketika sejumlah pemuda membawa Soekarno dan Mohammad Hatta ke Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Tujuannya, yakni menjauhkan kedua tokoh bangsa dari pengaruh Jepang sekaligus mendesak agar proklamasi segera dilaksanakan tanpa menunggu persetujuan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski sering disebut sebagai 'penculikan', para sejarawan menilai tindakan golongan muda lebih tepat dipahami sebagai langkah politik yang dilakukan dalam situasi genting.

Ketika itu, Jepang telah menyerah kepada Sekutu setelah pengeboman Hiroshima dan Nagasaki dalam Perang Dunia II, tetapi informasi tersebut belum sepenuhnya diketahui masyarakat luas.

Para pemuda melihat kesempatan emas untuk memproklamasikan kemerdekaan secara mandiri sebelum Sekutu datang ke Indonesia.

Berikut rangkaian penting dan penjelasan singkat terkait Peristiwa Rengasdengklok yang menjadi titik balik menuju Proklamasi 17 Agustus 1945.

1. Kekalahan Jepang memicu desakan golongan muda

Latar belakang peristiwa ini bermula dari kabar menyerahnya Jepang kepada Sekutu pada pertengahan Agustus 1945. Informasi tersebut diterima lebih cepat oleh kalangan pemuda melalui siaran radio luar negeri. Mereka meyakini Indonesia harus segera menyatakan kemerdekaan tanpa campur tangan Jepang.

Sebaliknya, golongan tua yang dipimpin Soekarno dan Hatta memilih bersikap lebih hati-hati. Mereka mempertimbangkan situasi politik dan keamanan agar proklamasi tidak memicu pertumpahan darah yang lebih besar.

Perbedaan pandangan inilah yang kemudian memunculkan ketegangan antara golongan muda dan golongan tua.

2. Soekarno dan Hatta dibawa ke Rengasdengklok

Pada dini hari tanggal 16 Agustus 1945 sekitar pukul 04.00 WIB, sejumlah tokoh muda membawa Soekarno dan Mohammad Hatta keluar dari Jakarta menuju Rengasdengklok. Dalam rombongan tersebut, ikut pula Fatmawati bersama putranya yang masih bayi, Guntur Soekarnoputra.

Beberapa tokoh pemuda yang berperan dalam peristiwa ini, antara lain Soekarni, Wikana, Chaerul Saleh, serta Shodanco Singgih.

Rengasdengklok dipilih karena lokasinya dianggap aman dan cukup jauh dari pengawasan tentara Jepang. Para pemuda dapat berdiskusi lebih leluasa mengenai rencana proklamasi di sana.

Baca halaman selanjutnya terkait kronologi Peristiwa Rengasdengklok...

Diskusi Berlangsung Alot di Rengasdengklok BACA HALAMAN BERIKUTNYA

HALAMAN:
1 2