Sejarah Panjat Pinang, Tradisi 17 Agustus yang Berawal dari Kolonial

CNN Indonesia
Kamis, 13 Agu 2026 10:50 WIB
Lomba pajat pinang. (CNN Indonesia/Adi Maulana Ibrahim)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sejarah panjat pinang menjadi salah satu kisah menarik di balik perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI setiap 17 Agustus. Lomba yang selalu meramaikan peringatan kemerdekaan ini ternyata memiliki akar sejarah yang panjang dan berkaitan dengan masa kolonial.

Panjat pinang hampir selalu menjadi perlombaan favorit di berbagai daerah, mulai dari desa hingga kota besar. Selain mengundang gelak tawa, permainan ini juga menguji kekompakan, strategi, dan kerja sama antarpeserta untuk mencapai hadiah di puncak batang pinang.

Namun, di balik kemeriahannya, panjat pinang menyimpan kisah yang tidak banyak diketahui. Lantas, bagaimana sejarah panjat pinang?

Sejarah panjat pinang

Mengutip Good News From Indonesia yang merujuk pada buku karya Zaenuddin H.M., panjat pinang merupakan perlombaan memanjat batang pohon pinang yang lurus dan tinggi. Agar semakin menantang, batang tersebut dilumuri oli atau pelumas sehingga menjadi sangat licin.

Pada masa penjajahan Belanda, permainan ini kerap digelar dalam berbagai pesta, hajatan, hingga perayaan yang diselenggarakan kalangan kolonial.

Pesertanya bukan orang Belanda, melainkan masyarakat pribumi. Mereka harus memanjat batang pinang untuk memperebutkan hadiah berupa kebutuhan pokok, seperti beras, gula, roti, pakaian, hingga berbagai barang yang saat itu tergolong mewah.

Sementara itu, orang-orang Belanda menyaksikan perlombaan tersebut sebagai hiburan. Beberapa catatan sejarah bahkan menyebut mereka menikmati tontonan sambil berpesta dan minum teh.

Setelah Indonesia merdeka, makna panjat pinang pun berubah. Permainan yang sebelumnya menjadi hiburan bagi penjajah kemudian diadopsi masyarakat dan berkembang menjadi salah satu tradisi yang identik dengan peringatan Hari Kemerdekaan RI setiap 17 Agustus.

Meski masih memunculkan perdebatan karena berkaitan dengan warisan kolonial, banyak pihak menilai panjat pinang kini memiliki makna yang berbeda. Tradisi ini menjadi pengingat akan sejarah perjuangan bangsa sekaligus simbol semangat kebersamaan.

Selain memiliki nilai historis, panjat pinang juga mengajarkan pentingnya kerja sama. Para peserta harus saling membantu, menyusun strategi, dan bekerja sebagai tim untuk mencapai hadiah di puncak. Hampir mustahil tantangan tersebut dapat diselesaikan seorang diri.

Benarkah panjat pinang berasal dari Belanda?

Meski identik dengan masa kolonial, tidak semua sejarawan sepakat bahwa panjat pinang berasal dari Belanda. Mengutip National Geographic Indonesia, permainan memanjat tiang yang dilumuri pelumas sebenarnya telah lebih dahulu dikenal dalam tradisi masyarakat Tionghoa di Nusantara.

Dalam tradisi tersebut, permainan memanjat tiang digelar saat perayaan tertentu dengan hadiah yang ditempatkan di bagian atas tiang. Setelah Belanda datang ke Indonesia, permainan itu kemudian diadopsi dan dijadikan hiburan dalam berbagai pesta yang mereka selenggarakan.

Perbedaannya terletak pada para pesertanya. Pada masa kolonial, masyarakat pribumi menjadi peserta lomba, sedangkan orang-orang Belanda menjadikannya sebagai tontonan.

Karena itu, muncul pandangan bahwa panjat pinang bukan sepenuhnya berasal dari Belanda. Pemerintah kolonial lebih dianggap mengadopsi sekaligus mengubah fungsi permainan tersebut menjadi hiburan yang sarat ketimpangan sosial.

Kini, panjat pinang tetap menjadi salah satu perlombaan paling dinanti dalam perayaan HUT Kemerdekaan RI. Selain menghadirkan keseruan dan hiburan, tradisi ini juga mengingatkan masyarakat bahwa di balik kemeriahan perayaan kemerdekaan tersimpan sejarah panjang yang patut dikenang.

Itulah sejarah panjat pinang yang hingga kini masih menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan 17 Agustus. Meski berasal dari masa lalu yang kelam, tradisi ini telah bertransformasi menjadi simbol kerja sama, semangat pantang menyerah, dan kebersamaan masyarakat Indonesia.

(san/tis)


KOMENTAR

TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK