Beda IPDN dan PKN STAN, Pertimbangkan Sebelum Daftar Sekolah Kedinasan
IPDN dan PKN STAN merupakan perguruan tinggi kedinasan yang banyak diminati calon mahasiswa. Meski sama-sama berkaitan dengan pemerintahan, keduanya memiliki fokus pendidikan yang berbeda.
Lantas, apa saja beda IPDN atau PKN STAN? Cari tahu dahulu perbedaan keduanya agar kamu bisa memilih sekolah kedinasan yang tepat sesuai minatmu.
IPDN lebih menitikberatkan pada bidang pemerintahan dan kepamongprajaan, sedangkan PKN STAN berfokus pada keuangan dan akuntansi negara.
Namun, selain perbedaan itu, ada pula beberapa perbedaan lain dari kedua perguruan tinggi ini yang jarang diketahui orang. Tahukah kamu apa saja perbedaan lain antara kedua kampus ini?
1. Fokus pendidikan
Perbedaan IPDN dan PKN STAN yang pertama adalah fokus pendidikannya. Melansir dari situs resmi Institut Pemerintahan Dalam Negeri, Institut Pemerintahan Dalam Negeri atau IPDN merupakan perguruan tinggi yang bergerak di bidang kepamongprajaan.
Pendidikan di IPDN bertujuan membentuk kader pemerintahan yang kompeten, berkarakter, dan memiliki kepribadian sebagai calon pemimpin pemerintahan.
Sementara itu, situs resmi Politeknik Keuangan Negara STAN menuliskan bahwa Politeknik Keuangan Negara STAN atau PKN STAN merupakan perguruan tinggi di lingkungan Kementerian Keuangan.
Pendidikan di PKN STAN lebih diarahkan pada bidang keuangan publik, akuntansi pemerintah, dan pengelolaan keuangan negara.
2. Program studi yang tersedia
IPDN menyelenggarakan pendidikan Diploma IV, sarjana, pascasarjana, serta Program Profesi Kepamongprajaan. IPDN memiliki tiga fakultas, yaitu Fakultas Politik Pemerintahan, Fakultas Manajemen Pemerintahan, dan Fakultas Perlindungan Masyarakat.
Beberapa bidang yang dipelajari antara lain pembangunan daerah, manajemen pemerintahan daerah, dan administrasi publik. Karena itu, IPDN cocok bagi calon mahasiswa yang tertarik dengan pemerintahan daerah, kebijakan publik, dan pengelolaan masyarakat.
Sementara PKN STAN memiliki program sarjana terapan yang lebih spesifik pada bidang keuangan negara. Program tersebut meliputi Akuntansi Sektor Publik, Manajemen Keuangan Negara, dan Manajemen Aset Publik.
3. Lokasi
Kampus pusat IPDN berada di Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, tepatnya di Jalan Raya Bandung-Sumedang Km 20. Selain kampus pusat, IPDN juga memiliki beberapa kampus daerah.
Sementara itu, PKN STAN berlokasi di Bintaro, Tangerang Selatan, Banten, tepatnya di Jalan Bintaro Utama Sektor V Bintaro Jaya.
4. Perbedaan sejarah
IPDN merupakan hasil penggabungan Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN) dan Institut Ilmu Pemerintahan (IIP). Penggabungan tersebut dilakukan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 2004.
PKN STAN memiliki sejarah yang lebih panjang. Institusi ini pertama kali berdiri pada 31 Juli 1952 dengan nama Kursus Djabatan Ajun Akuntan (KDAA). Nama STAN kemudian digunakan mulai 1975 sebelum berubah menjadi PKN STAN pada 15 Juli 2015.
5. Prospek karier
Lulusan IPDN memiliki peluang berkarier di lingkungan pemerintahan, terutama dalam bidang pemerintahan daerah. Pendidikan yang diberikan membekali lulusan dengan pengetahuan mengenai pemerintahan, administrasi publik, serta pengelolaan daerah.
Sementara itu, lulusan PKN STAN memiliki peluang berkarier di bidang keuangan publik dan akuntansi negara. Bidang pekerjaan tersebut dapat berkaitan dengan Kementerian Keuangan, Direktorat Jenderal Pajak, Badan Pemeriksa Keuangan, serta lembaga pemerintah lainnya.
Jadi, IPDN lebih cocok bagi calon mahasiswa yang tertarik pada pemerintahan dan kepemimpinan daerah, sedangkan PKN STAN lebih sesuai bagi mereka yang ingin mendalami keuangan dan pengelolaan keuangan negara.
Demikian beda IPDN dan PKN STAN yang bisa dijadikan perbandingan ketika memilih sekolah kedinasan yang paling tepat. Semoga bermanfaat.
(sac/fef)