Tahapan Tes Kesehatan Sekolah Kedinasan 2026, Ini Rinciannya

CNN Indonesia
Senin, 31 Agu 2026 09:16 WIB
Ilustrasi. Tes kesehatan sekolah kedinasan umumnya dilaksanakan setelah peserta lolos dari seleksi kompetensi dasar (SKD). Berikut gambarannya. (Foto: iStock/GlobalStock)
Jakarta, CNN Indonesia --

Tes kesehatan menjadi salah satu tahapan yang dilewati peserta yang mendaftar sekolah kedinasan. Tes ini umumnya dilakukan setelah peserta lolos dari seleksi kompetensi dasar (SKD).

Pemeriksaan itu bertujuan menilai kondisi kesehatan peserta sebelum melanjutkan ke tahap seleksi berikutnya. Tapi, tahapan tes kesehatan sekolah kedinasan tidak memiliki standar yang sama untuk semua sekolah.

Sebab, setiap instansi dapat menetapkan jenis pemeriksaan, ketentuan, hingga sistem penilaiannya masing-masing. Karena itu, calon peserta perlu mempelajari pengumuman resmi sekolah kedinasan yang dituju agar mengetahui pemeriksaan yang akan dihadapi.

Artikel berikut akan mencoba merangkum tahapan tes kesehatan sekolah kedinasan yang dapat dijadikan kamu rujukan. Lengkap dengan contoh dari sekolah kedinasan favorit, yaitu STAN dan IPDN. Simak baik-baik.

Tahapan tes kesehatan sekolah kedinasan secara umum

Secara umum, pemeriksaan kesehatan dapat mencakup beberapa tahapan berikut:

Tidak semua sekolah kedinasan menerapkan seluruh pemeriksaan tersebut. Ada sekolah yang menggabungkan tes kesehatan dengan tes kebugaran, sedangkan sekolah lain dapat membaginya menjadi beberapa tahap.

Sebagai gambaran utuh, berikut contoh tahapan tes kesehatan dari STAN dan IPDN.

Contoh tes kesehatan PKN STAN 2026

Politeknik Keuangan Negara STAN mencantumkan Tes Kesehatan sebagai bagian dari Seleksi Lanjutan SPMB 2026.

Pemeriksaan tersebut meliputi tinggi badan, berat badan, tekanan darah, tekanan nadi, mata, kulit termasuk tato dan tindik, gigi dan mulut, THT, jantung, paru-paru, perut, hati dan limpa, kelenjar getah bening, postur tubuh, sikap tubuh dan tipe tubuh.

Selain itu, terdapat deteksi HIV dan Hepatitis B serta pemeriksaan sikap dan keluhan ketika diperiksa.

Menariknya, PKN STAN 2026 tidak menetapkan batas minimal tinggi badan. Ukuran dioptri mata juga tidak dibatasi, tetapi menjadi salah satu unsur penilaian kesehatan. PKN STAN pun tak mensyaratkan peserta bebas buta warna.

Tes kesehatan tersebut menjadi bagian dari Seleksi Lanjutan bersama TPA, TBI, tes psikologi, dan tes kebugaran. Nilai Tes Kesehatan memiliki bobot 15 persen dalam nilai gabungan Seleksi Lanjutan.

Contoh tes kesehatan IPDN 2026

Sementara Institut Pemerintahan Dalam Negeri menerapkan pemeriksaan kesehatan dalam dua tahap. Berdasarkan pedoman SPCP IPDN 2026, Tes Kesehatan Tahap I dilaksanakan setelah peserta melewati SKD serta tes kemampuan Bahasa Inggris dan verifikasi faktual tahap I.

Setelahnya, peserta yang lolos masih menghadapi Tes Kesehatan Tahap II dalam rangka Seleksi Penentuan Akhir.

Pada rangkaian akhir tersebut, tes kesehatan dilaksanakan bersama tes kesamaptaan, antropometri, dan wawancara. Jadwal resmi SPCP IPDN 2026 menempatkan Tes Kesehatan Tahap I pada Oktober, sedangkan Tes Kesehatan Tahap II berlangsung dalam rangka Seleksi Penentuan Akhir pada Oktober-November 2026.

Itulah gambaran tahapan tes kesehatan sekolah kedinasan yang bisa dapat digunakan sebagai rujukan. Semoga bermanfaat.

(san/fef)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK