Apa Itu Tes Kesamaptaan Sekolah Kedinasan? Ini Penjelasan & Contohnya
Sejumlah tahapan seleksi yang perlu dilewati sebelum dinyatakan lolos sekolah kedinasan. Salah satu tes akhirnya yaitu tes kesamaptaan. Lantas, apa itu tes kesamaptaan sekolah kedinasan dan apa saja yang diujikan?
Tes kesamaptaan merupakan rangkaian tes fisik untuk mengukur kebugaran, kekuatan, daya tahan, serta kelincahan peserta.
Tes tersebut menjadi bagian seleksi pada sejumlah sekolah kedinasan, tapi jenis dan standar penilaiannya dapat berbeda sesuai ketentuan masing-masing instansi.
Simak jenis tes kesamaptaan yang dapat dijadikan rujukan untukmu agar dapat mempersiapkan diri lebih matang.
Apa itu tes kesamaptaan sekolah kedinasan?
Secara sederhana, tes kesamaptaan adalah tes kemampuan fisik calon peserta sekolah kedinasan. Peserta akan menjalani beberapa aktivitas olahraga dalam waktu atau jumlah tertentu, lalu hasilnya dinilai berdasarkan standar yang telah ditetapkan.
Materi yang digunakan dapat mencakup tes lari, push up, sit up, pull up atau chinning, hingga shuttle run. Aturan setiap sekolah kedinasan biasanya berbeda, maka itu peserta perlu melihat ketentuan seleksi dari sekolah yang dituju.
Selain itu, standar nilai kesamaptaan yang ditetapkan bagi calon peserta didik perempuan dan laki-laki akan berbeda. Umumnya perbedaan terletak dari durasi atau jumlah tes.
Apa saja tes dalam kesamaptaan?
Merangkum berbagai sumber, berikut beberapa jenis tes yang umum ditemukan dalam kesamaptaan:
1. Lari 12 menit
Peserta berlari selama 12 menit untuk mengukur daya tahan fisik. Penilaian biasanya melihat jarak yang berhasil ditempuh selama waktu tersebut.
2. Push up
Push up digunakan untuk mengukur kekuatan otot, terutama bagian lengan dan tubuh bagian atas. Peserta melakukan gerakan sesuai teknik yang ditentukan dalam durasi tertentu.
3. Sit up
Kemudian tes sit up yang digunakan untuk mengukur kekuatan otot perut atau bagian inti tubuh. Jumlah gerakan yang dilakukan sesuai ketentuan akan menjadi bagian dari penilaian.
4. Pull up atau chinning
Tes pull up dipakai untuk mengukur kekuatan tubuh bagian atas. Jenis gerakan dapat dibedakan berdasarkan ketentuan peserta putra dan putri. Teknik gerakan pun perlu diperhatikan karena gerakan yang tidak sesuai standar dapat memengaruhi hasil penilaian.
5. Shuttle run
Shuttle run merupakan tes untuk mengukur kecepatan dan kelincahan peserta melalui gerakan berlari bolak-balik dalam jarak tertentu.
Contoh tes kesamaptaan IPDN
Salah satu contoh dapat dilihat pada tes kesamaptaan IPDN. Berdasarkan penilaian tahun 2025, materi yang dinilai dari tes ini meliputi lari 12 menit, pull up atau chinning, sit up, push up, dan shuttle run.
Misalnya untuk peserta laki-laki, mereka akan meraih nilai 100 bila pada tes lari 12 menit berhasil lari sejauh 3.444 meter, pull up 17 kali, sit up 40 kali, push up 42 kali, dan shuttle run 16,20 detik.
Sementara untuk peserta wanita, nilai 100 tercatat pada lari 12 menit jika berhasil lari sejauh 3.095 meter, chinning 72 kali, sit up 50 kali, push up 37 kali, dan shuttle run 17,60 detik.
Namun, angka tersebut merupakan contoh berdasarkan tahun sebelumnya, sehingga calon peserta perlu melihat ketentuan resmi pada periode seleksi yang diikuti.
Lihat Juga : |
Persiapkan fisik sebelum tes kesamaptaan
Tes kesamaptaan membutuhkan kondisi fisik yang baik. Persiapan dapat dilakukan melalui latihan lari, latihan kekuatan seperti push up dan sit up, serta latihan kelincahan secara rutin.
Latihan juga sebaiknya dilakukan dengan teknik yang benar agar tubuh terbiasa dengan gerakan yang akan diujikan.
Jadi, setelah mengetahui apa itu tes kesamaptaan sekolah kedinasan, calon peserta dapat mulai mempersiapkan fisik sesuai materi dan standar sekolah kedinasan yang menjadi tujuan. Semoga bermanfaat.
(san/fef)