Tata Cara dan Niat Sholat Istisqo sebagai Makmum untuk Meminta Hujan

CNN Indonesia
Jumat, 04 Sep 2026 16:10 WIB
Tata cara dan niat sholat istisqo sebagai makmum. (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sholat istisqo adalah salah satu amalan yang dapat dilakukan umat Islam untuk memohon turunnya hujan kepada Allah SWT. Sholat ini dianjurkan terutama ketika terjadi kemarau panjang atau sedang membutuhkan curahan air hujan.

Berikut tata cara dan niat sholat istisqo sebagai makmum.

Dikutip dari laman Kemenag, secara bahasa, al-istisqo berarti meminta curahan air penghidupan (thalab al-saqaya). Hukum sholat istisqo adalah sunah muakkadah, yakni sholat sunah yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan.

Rasulullah SAW juga pernah melaksanakan sholat istisqo untuk memohon hujan kepada Allah SWT. Hal ini dijelaskan dalam hadis riwayat Imam Ahmad.

Diterangkan bahwa Nabi Muhammad SAW keluar rumah untuk memohon hujan, kemudian melaksanakan sholat dua rakaat bersama para sahabat tanpa azan dan iqamah. Setelahnya beliau menyampaikan khutbah dan berdoa kepada Allah SWT.

Sholat istisqo sendiri dikerjakan sebanyak dua rakaat pada siang hari hingga sore hari, asalkan tidak pada waktu diharamkan mengerjakan sholat, yaitu pas matahari di atas kepala dan pas terbenam matahari.

Berikut tata cara sholat istisqo yang perlu diketahui, termasuk bagi muslim yang mengikuti sholat sebagai makmum.


Niat sholat Istisqo sebagai makmum

Niat sholat dibaca sebelum takbiratul ihram. Bagi makmum, niat sholat istisqo dapat dibaca sebagai berikut:

Ushalli sunnatal istisqa'i rak'ataini ma'muman lillahi ta'ala.

Artinya: "Aku niat sholat sunah istisqo dua rakaat sebagai makmum karena Allah Ta'ala."


Tata cara sholat Istisqo

Imam dan makmum dapat berkumpul di tanah lapang untuk melaksanakan sholat istisqo secara berjamaah.

Sholat istisqo dilaksanakan tanpa didahului azan dan iqamah. Berikut tata cara sholat istisqo yang dilakukan secara berjamaah

  1. Membaca niat sholat istisqo: Imam dan makmum berniat melaksanakan sholat istisqo.
  2. Melakukan takbiratul ihram: Imam melakukan takbiratul ihram, kemudian makmum mengikutinya.
  3. Melakukan tujuh kali takbir pada rakaat pertama: Setelah takbiratul ihram, imam dan makmum melakukan takbir sebanyak tujuh kali pada rakaat pertama.
  4. Membaca Al-Fatihah dan surat pendek: Pada setiap rakaat, imam membaca surat Al-Fatihah dan dilanjutkan dengan satu surat pendek. Bacaan imam dilakukan dengan suara jelas sehingga dapat didengar oleh makmum.
  5. Melaksanakan gerakan sholat seperti biasa: Setelah membaca Al-Fatihah dan surat pendek, sholat dilanjutkan dengan rukuk, dua sujud, dan duduk di antara dua sujud seperti pelaksanaan sholat pada umumnya.
  6. Melakukan lima kali takbir pada rakaat kedua: Pada rakaat kedua, imam dan makmum kembali melakukan takbir sebanyak lima kali sebelum melanjutkan bacaan dan gerakan sholat berikutnya.
  7. Menyelesaikan rakaat kedua: Imam membaca Al-Fatihah dan satu surat pendek, kemudian melanjutkan gerakan sholat hingga dua sujud.
  8. Membaca tahiyyat akhir: Setelah sujud pada rakaat kedua, imam dan makmum duduk untuk membaca tahiyyat akhir, tasyahhud, dan sholawat sebagaimana bacaan dalam sholat wajib.
  9. Salam: Sholat diakhiri dengan salam dengan menolehkan wajah dan kepala ke arah kanan, kemudian ke kiri.

Setelah sholat selesai, rangkaian ibadah dilanjutkan dengan dua khutbah dan doa memohon turunnya hujan kepada Allah SWT.

Dalam khutbah, khatib dianjurkan mengajak umat Islam untuk bertaubat, memohon ampun atas dosa-dosa, serta memperbanyak istighfar.

Hal tersebut dilakukan dengan harapan Allah SWT menurunkan hujan sebagai rahmat bagi umat manusia dan makhluk hidup lainnya, terutama di tengah kondisi kemarau panjang atau musibah kebakaran hutan dan lahan yang tengah terjadi saat ini.

Demikian tata cara dan niat sholat istisqo untuk memohon turunnya hujan kepada Allah SWT.

(fef)


KOMENTAR

TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK