3 Cara Cek Titik Karhutla di Sekitar Kita, Coba Pantau secara Online

CNN Indonesia
Jumat, 04 Sep 2026 10:55 WIB
Warga berupaya memadamkan kebakaran lahan yang mendekati permukiman warga di Kelurahan Sabaru, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Sabtu (15/8/2026).
Berikut tiga layanan online yang dapat digunakan untuk mengecek dan memantau titik panas karhutla di Indonesia. (Foto: ANTARA FOTO/Auliya Rahman)
Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Masyarakat dapat mencari tahu lokasi titik panas atau hotspot kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang ada di sekitarnya.

Informasi tersebut bisa dipantau dengan lebih mudah melalui sejumlah layanan digital yang menyediakan data mengenai lokasi terdeteksinya titik panas di Indonesia. Berikut cara cek titik karhutla di sekitar kita.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Memantau informasi karhutla penting dilakukan, terutama ketika kebakaran terjadi di wilayah yang berdekatan dengan permukiman atau daerah yang sedang kita kunjungi.

Dengan mengetahui keberadaan hotspot sejak awal, masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan dan menghindari area yang terdampak kebakaran maupun asap.

Selain membantu masyarakat mengambil langkah antisipasi, informasi mengenai titik panas juga dapat menjadi salah satu cara untuk mengetahui perkembangan kebakaran hutan dan lahan di berbagai wilayah Indonesia.

Namun, perlu diingat bahwa hotspot merupakan titik yang terdeteksi memiliki anomali suhu panas dan tidak selalu berarti lokasi tersebut pasti sedang mengalami kebakaran.

Ada beberapa layanan yang dapat digunakan untuk memantau titik panas karhutla, mulai dari Google Maps, Citra Polar Hotspot BMKG, hingga Sistem Monitoring Hutan dan Lahan (SiPongi+) milik Kementerian Kehutanan (Kemenhut RI).

Masing-masing layanan memiliki sumber data dan cara penyajian informasi yang berbeda.

Cara mengecek titik karhutla Indonesia

Berikut tiga layanan yang dapat digunakan untuk memantau hotspot dan informasi kebakaran hutan dan lahan di Indonesia.

1. Google Maps

Google Maps tidak hanya dapat digunakan untuk mencari lokasi atau menentukan rute perjalanan. Aplikasi ini juga menyediakan informasi mengenai kebakaran di area yang terdampak.

Google menggunakan data dari sejumlah sumber, termasuk informasi dari otoritas terkait dan data satelit. Teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan machine learning juga digunakan untuk membantu mendeteksi serta memantau kebakaran.

Berikut cara mengeceknya:

  1. Buka aplikasi Google Maps
  2. Klik menu Lapisan atau Layers
  3. Pilih Wildfires atau Kebakaran hutan
  4. Perbesar peta pada wilayah yang ingin dipantau
  5. Klik ikon atau area kebakaran untuk melihat informasi yang tersedia.


2. Citra Polar Hotspot BMKG

Cara lain untuk memantau titik panas karhutla adalah menggunakan layanan Citra Polar Hotspot dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Layanan ini memanfaatkan data sensor Visible Infrared Imaging Radiometer Suite (VIIRS) dan Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer (MODIS) yang terdapat pada satelit polar.

Sederhananya, satelit mendeteksi adanya anomali suhu panas pada suatu wilayah dibandingkan dengan kondisi di sekitarnya. Hasil deteksi tersebut kemudian dapat digunakan untuk melihat lokasi yang terindikasi memiliki titik panas.

Berikut cara ceknya:

  1. Buka situs BMKG di https://www.bmkg.go.id/cuaca/satelit/polar-hotspot 
  2. Laman akan menampilkan peta citra satelit dan deteksi hotspot secara berkala
  3. Amati titik hotspot dan persebarannya
  4. Pantau kembali secara berkala untuk melihat update

Namun, ada keterbatasan yang perlu diperhatikan. Hotspot tidak selalu dapat terdeteksi di seluruh wilayah. Daerah yang tertutup awan atau masuk dalam blank zone dapat membuat titik panas tidak teramati oleh satelit.

Karena itu, tidak adanya titik panas pada peta bukan berarti suatu wilayah dipastikan bebas dari kebakaran.

3. SiPongi+ Kementerian Kehutanan

SiPongi+ merupakan sistem pemantauan kebakaran hutan dan lahan milik Kemenhut. SiPongi+ menyediakan informasi mengenai titik panas yang terdeteksi di berbagai wilayah Indonesia.

Data tersebut dapat membantu masyarakat maupun pihak terkait memantau indikasi karhutla dan perkembangannya.

Salah satu hal yang perlu diperhatikan ketika menggunakan SiPongi+ adalah warna pada titik hotspot. Warna tersebut berkaitan dengan tingkat kepercayaan (confidence level) terhadap hasil deteksi titik panas.

Titik dengan tingkat kepercayaan tertentu menunjukkan seberapa kuat sistem mendeteksi adanya anomali panas berdasarkan data satelit.

Berikut cara ceknya:

  1. Buka laman Sipongi+ di link https://sipongi.gakkum.kehutanan.go.id/ 
  2. Pilih menu Peta Hotspot untuk melihat persebaran titik panas
  3. Perbesar peta pada wilayah yang ingin dipantau
  4. Perhatikan titik hotspot yang muncul
  5. Cek tingkat kepercayaan pada setiap titik
  6. Buka menu Sebaran Titik Panas untuk informasi lebih rinci
  7. Pilih periode, provinsi, satelit, dan tingkat kepercayaannya sesuai kebutuhan.

Demikian cara cek titik karhutla di sekitar kita. Dengan mengakses aplikasi maupun situs tersebut, masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla sekaligus memantau kondisi di wilayah sekitarnya.

(fef)
placeholder