5 Jurusan Kuliah Tersulit di Dunia Berdasarkan GPA dan Waktu Belajar
Jurusan kuliah tersulit di dunia umumnya memiliki beban akademik tinggi, waktu belajar panjang, materi yang kompleks, serta tuntutan kemampuan analitis yang kuat.
Berdasarkan data yang dirangkum Research.com, lima jurusan yang masuk dalam daftar ini adalah Chemistry hingga Environmental Economics and Policy.
Lihat Juga : |
Tingkat kesulitan tersebut dapat terlihat dari rata-rata GPA (Grade Point Average) atau nilai rata-rata dari seluruh mata kuliah dan jumlah jam belajar mahasiswa per minggu. Chemistry, misalnya, memiliki rata-rata GPA 2,77 dengan waktu belajar mencapai 18,06 jam per minggu.
Sementara itu, Environmental Earth Science mencatat 15,3 jam belajar per minggu dengan rata-rata GPA 2,96.
Jurusan kuliah tersulit di dunia
Berikut lima jurusan yang memiliki kombinasi tuntutan akademik tinggi berdasarkan data tersebut.
1. Legal Studies
Legal Studies memiliki rata-rata GPA 3,35, waktu belajar 13,73 jam per minggu, dan total 555 gelar yang diberikan. Materinya pun mencakup sistem peradilan, peraturan perundang-undangan, kebijakan publik, serta penalaran hukum.
Beban akademiknya banyak berasal dari aktivitas membaca, melakukan riset, memahami aturan, dan menyusun argumentasi secara terstruktur. Mahasiswanya juga perlu memiliki kemampuan membaca, menulis, dan mengorganisasi informasi dengan baik.
Adapun lulusan jurusan ini dapat melanjutkan pendidikan ke sekolah hukum atau bekerja di bidang kepatuhan, administrasi publik, dukungan hukum, paralegal, dan operasional legal.
2. Computer Science
Computer Science mencatat rata-rata GPA 3,00, waktu belajar 10,5 jam per minggu, serta 47.906 gelar yang diberikan. Jurusan ini menggabungkan matematika, logika, pemrograman, dan penalaran abstrak.
Materi perkuliahan dapat mencakup algoritma, struktur data, pengembangan perangkat lunak, basis data, sistem operasi, arsitektur komputer, dan bahasa pemrograman. Proses debugging dan pengerjaan proyek juga menuntut ketelitian serta kemampuan memecahkan masalah.
Bidang kariernya cukup luas, mulai dari pengembangan perangkat lunak, analisis data, keamanan siber, hingga desain sistem komputer.
3. Environmental Earth Science
Environmental Earth Science memiliki rata-rata GPA 2,96 dan membutuhkan 15,3 jam belajar per minggu. Jumlah gelar yang diberikan mencapai 8.894.
Jurusan ini menggabungkan geologi, kimia, biologi, fisika, ekologi, dan ilmu lingkungan. Mahasiswa mempelajari hubungan antara sistem alam dan aktivitas manusia, termasuk iklim, air, tanah, ekosistem, pencemaran, dan sumber daya alam.
Kombinasi praktikum, kerja lapangan, analisis data, serta pemecahan masalah dari berbagai perspektif sains menjadi faktor yang meningkatkan tingkat kesulitannya.
4. Chemistry
Chemistry menjadi salah satu jurusan dengan tuntutan akademik paling tinggi dalam daftar ini. Rata-rata GPA-nya 2,77, sedangkan waktu belajar mahasiswa mencapai 18,06 jam per minggu. Total gelar yang diberikan tercatat 22.156.
Mahasiswa harus memahami teori sekaligus menjalankan praktikum secara akurat. Materinya meliputi senyawa, reaksi kimia, larutan, analisis kuantitatif, instrumen, dan desain eksperimen.
Lulusannya dapat bekerja di laboratorium, penelitian, pendidikan, maupun melanjutkan studi ke program pascasarjana di bidang yang berkaitan dengan kesehatan atau kimia.
5. Environmental Economics and Policy
Environmental Economics and Policy mencatat rata-rata GPA 2,95 dengan waktu belajar 15,3 jam per minggu. Total gelar yang diberikan mencapai 9.522.
Jurusan ini memadukan ekonomi, ilmu lingkungan, kebijakan publik, dan pengelolaan sumber daya. Mahasiswa perlu menganalisis data, insentif ekonomi, pilihan kebijakan, serta dampaknya terhadap lingkungan.
Tantangannya terletak pada kebutuhan untuk memahami persoalan lingkungan sekaligus melihatnya dari perspektif ekonomi dan kebijakan.
Demikian beberapa jurusan kuliah tersulit di dunia. Semoga bermanfaat.
(gas/asr)