"Saya sudah dapat laporan dari General Manager Freeport di lapangan kalau aksi mogok sudah dimulai sejak dua minggu lalu. Katanya aksi mogok besar-besaran akan dilakukan pada 6 November mendatang" kata Sukhyar di Jakarta, Selasa (28/10).
Dari laporan yang diterima, sudah 1.000 pekerja tambang Freeport yang menolak bekerja sejak 14 Oktober 2014. Pada aksi puncak, sebanyak 30 persen atau sekitar 3.600 pekerja tambang akan melakukan aksi mogok mulai 6 November-6 Desember 2014.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika dalam kondisi normal Freeport mampu memproduksi 102.900 ton biji tembaga, itu artinya produksi saat ini hanya berkisar 72.030 ton. Akibat penurunan tersebut, Sukhyar mendesak manajemen Freeport melakukan langkah persuasif secara personal ke pekerja untuk menyudahi aksi mogok. Disamping itu manajemen harus berkoordinasi dengan Dinas Ketenagakerjaan setempat untuk melakukan komunikasi dengan Serikat Pekerja.
Sementara itu manajemen Freeport mengaku masih terus melakukan dialog dengan pegawai dan pimpinan serikat pekerja. "Mudah-mudahan ada titik temu yang baik," ungkap juru bicara Freeport, Daisy Primayanti melalui pesan singkat.
Lihat juga:Pekerja Freeport Ancam Mogok Sebulan |