"Problem-nya itu sampai sekarang kami belum mendapat kepastian mengenai pasokan dan pembeli gas. Berat juga kalau bangun infrastruktur tapi kedua komponen tadi tidak mendukung," ujar Vice President Corporate Communication PGN Ridha Ababil kepada CNN Indonesia, Rabu (5/11).
Ridha mengatakan untuk sementara pasokan gas pipa gas Duri-Dumai bisa dipenuhi dari fasilitas pengolahan gas bumi terapung (floating storage regasification unit/FSRU) milik perseroan di Lampung dan juga sumur migas ConocoPhillips di Kepulauan Riau. Akan tetapi jumlah pasokan dari kedua sumber tersebut dinilai tak cukup untuk memenuhi kebutuhan gas di Provinsi Riau yang diprediksi mencapai 100 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ridha mengaku pesimistis gas tersebut bisa diserap oleh rumah tangga dan industri yang menjadi target pasar proyek tersebut karena harganya yang relatif mahal. Untuk itu, PGN meminta Pemerintah untuk memberikan insentif kepada masyarakat dan industri sebagai upaya konversi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) ke gas bumi.
Pembangunan jalur distribusi pipa gas Duri-Dumai sudah direncanakan sejak akhir 2000 silam dan masih tersendat sampai sekarang karena masalah pasokan gas dan kesulitan mencari calon pembeli.
Lihat juga:Anak Usaha PGN Hasilkan Energi Baru |