"Technip telah terpilih sebagai pemenang tender untuk pengerjaan subsea installation di Lapangan Bangka. Pengerjaan konstruksinya akan dilaksanakan awal tahun depan," ujar Coorporate Communication Manager CPI Donny Indrawan kepada CNN Indonesia, Rabu (12/11).
Dengan ditunjuknya Technip Indonesia sebagai kontraktor subsea instalation, artinya lapangan Bangka akan menjadi subsea tie back ke FPU West Seno yang selama ini dioperasikan Chevron. Dimana fasilitas eksplorasi tersebut diperkirakan menelan dana investasi US$ 4 miliar-US$ 7 miliar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Proyek lapangan Bangka merupakan satu dari lima lapangan gas yang dikembangkan Chevron dalam megaproyek laut dalam. Sementara empat lapangan lainnya adalah Gendalo, Gehem, Maha, dan Gandang. Seluruh lapangan tersebut menjadi bagian dari empat kontrak bagi hasil atau production sharing contract (PSC) Chevron dengan pemerintah yakni Ganal, Makassar Strait, Muara Bakau dan Rapak yang menjadi PSC Bangka.
Sebelumnya, mantan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Susilo Siswoutomo mengatakan Lapangan Bangka merupakan satu dari tiga proyek prioritas yang ditujukan demi meningkatkan angka produksi gas nasional. Lapangan Bangka sendiri diharapkan dapat menghasilkan gas pada 2015.
Lihat juga:Temukan Cadangan Baru, Pengembangan Tertunda |