"Konversi BBM ke gas itu program yang sudah lama direncanakan dan dikaji. Ini waktunya untuk (segera) dilaksanakan," ujar Menteri ESDM Sudirman Said kepada CNN Indonesia, kemarin malam.
Untuk bisa merealisasikan rencana tersebut, Sudirman bilang, pemerintah akan berupaya maksimal agar penggunaan gas sebagai bahan bakar alternatif dapat berjalan. Selain itu pemerintah pun akan mendesak seluruh stakeholder untuk berperan aktif dalam pembangunan infrastruktur gas di Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Naryanto Wagimin memastikan akan segera membenahi tata kelola minyak dan gas bumi (migas) nasional demi mempercepat proyek pipa gas yang molor. Diyakini, rampungnya proyek pipa akan menyukseskan upaya konversi BBM ke gas bumi yang direncanakan Pemerintah.
"Pada prinsipnya, kendala di sektor infrastruktur gas itu adalah susah mendapat sumber gas dan mencari siapa pembelinya. Kita harus segera selesaikan ini demi menyukseskan program konversi," ujar Wagimin beberapa waktu lalu.
"Kalau untuk problem pendanaan pipa itu urusan mereka. Saya akui ini juga menjadi masalah tersendiri," tuturnya.
Banyak proyek pipa gas di Indonesia molor karena perusahaan tak bisa memenuhi modal kerja yang berujung pada terlambatnya program konversi. Diantaranya proyek Pipa gas Kalimantan-Jawa I (Kalija) yang sebelumnya digarap PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) sejak 2006 silam. Setelah 80 persen saham Kalija I diakusisi Perusahaan Gas Negara pada 2014 lalu, proyek pipa sepanjang 207 kilometer itu kini mulai dilanjutkan kembali.