“Kemungkinan Rabu akan kami gelar di Kementerian ESDM," ujar anggota Tim Reformasi Tata Kelola Migas Agung Wicaksono kepada CNN Indonesia, Senin (1/12).
Agung mengatakan pertemuan tersebut akan membahas mekanisme pengadaan bahan bakar minyak (BBM) yang selama ini dituding menjadi celah para pemburu rente dalam mencari keuntungan yang merugikan negara. Selain hal tadi, tim Antimafia Migas dan Pertamina juga akan membahas transparansi biaya produksi BBM dalam rapat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno menyatakan akan mengkaji secara komprehensif mengenai keberadaan anak usaha Pertamina yang bertugas membeli minyak mentah dan bahan bakar minyak impor yakni Pertamina Energy Trading Limited (Petral). Bahkan pemerintah menurut Rini berencana memindahkan kegiatan bisnis Petral dari Singapura ke Indonesia.
"Pemindahan ini untuk meningkatkan sistem transparansi pembelian (tender BBM) dan juga supply chain. Tapi kami tahu kalau proses ini tidak mudah dan membutuhkan waktu tiga bulan untuk mereview seluruhnya," katanya.