"Sekarang ada hambatan dengan bahan bakar, ketersediaan bahan bakar ini baru terpenuhi 27 persen saja dari kebutuhan,” kata Marsetio saat ditemui usai menandatangani kerjasama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan di Markas Besar TNI AL di Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (1/12).
Menurutnya, saat ini kebutuhan TNI AL akan BBM mencapai 5,6 juta kiloliter (KL) solar per tahun namun baru terpenuhi 1,5 juta (KL). Hal tersebut yang menurutnya membuat TNI AL selama ini kesulitan mengejar para pelaku illegal fishing.
"Karena AL tugasnya tidak hanya mengawasi kapal-kapal ilegal saja, kita juga harus menjalankan fungsi lain yang juga membutuhkan operasional armada," lanjut Marsetio.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk itu dirinya meminta Kementerian Keuangan agar menyetujui susunan ajuan anggaran yang disodorkan pihak TNI AL di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2015 mendatang. "Apabila BBM sudah terpenuhi dan disetujui oleh Kemenkeu, begitu ada informasi dari KKP ada kegiatan illegal fishing kita akan langsung kesana," katanya.