Anggota Tim Antimafia Migas Agung Wicaksono sebelumnya menjelaskan pertemuan tersebut akan membahas mekanisme pengadaan bahan bakar minyak (BBM) yang selama ini dituding menjadi celah para pemburu rente dalam mencari keuntungan yang merugikan negara. Selain hal tadi, tim Antimafia Migas dan Pertamina juga akan membahas transparansi biaya produksi BBM.
"Fokusnya tetap ke Petral. Ini seperti yang sudah kami sampaikan sebelumnya,” kata Agung awal pekan ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pemindahan ini untuk meningkatkan sistem transparansi pembelian (tender BBM) dan juga supply chain. Tapi kami tahu kalau proses ini tidak mudah dan membutuhkan waktu tiga bulan untuk mereview seluruhnya," katanya.
Informasi dari ISC tersebut menurut Yusri penting diperoleh, sebab ISC Pertamina menurutnya adalah otak dari impor minyak mentah yang selama ini dilakukan Petral dan menjadi pusat kendali para mafia migas.
"Walaupun ISC sudah dilebur ke Petral tapi otak dari kegiatan impor minyak ya divisi ini. Saya pikir tidak sulit untuk memanggil orang-orangnya," kata Yusri.