Kardaya yang juga mantan Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) tersebut menilai pemerintah tidak bisa seenaknya menugaskan Pertamina untuk tetap menyalurkan BBM bersubsidi tanpa berkonsultasi dengan DPR.
“Kami tidak mengerti cara pandang pemerintah saat ini, tidak masuk akal," ujar Kardaya saat ditemui CNN Indonesia di Jakarta, Kamis (4/12) malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pernyataan Pertamina yang siap menjual BBM dengan harga subsidi jika ada kepastian penggantian dana subsidi oleh pemerintah di kemudian hari menurutnya juga menyalahi aturan. Menurut Kardaya jika pemerintah ingin mengganti kerugian Pertamina, seharusnya dibicarakan dahulu dengan DPR. Sebab uang yang digunakan tersebut menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
"Apakah nanti diganti pemerintah? Bagaimana cara bayarnya? Intinya, sebagai negara hukum, semua uang yang dikeluarkan oleh pemerintah berarti harus melalui APBN dengan sepengetahuan DPR. Kalau tidak, ya tidak boleh keluar," ujarnya.
(Baca juga: Kuota BBM Jebol, Pertamina Tombok)