"Menuju akhir tahun Pertamina akan mendapat tugas dari pemerintah sebagai pemegang saham untuk tetap menyediakan BBM dengan harga subsidi," ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (3/12) malam.
Keputusan tersebut dibuat setelah Pemerintah melakukan rapat dengan Pertamina di bawah koordinasi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil. Dari hasil rapat tersebut Sudirman menjelaskan, kuota BBM bersubsidi diperkirakan akan habis satu minggu sebelum akhir tahun akibat pembelian masyarakat yang terus meningkat.
"Penambahannya akan sedikit, jadi akan kecil biayanya," ujar Sudirman tanpa menyebut secara pasti berapa KL tambahan BBM bersubsidi yang harus disediakan sendiri oleh Pertamina tanpa bantuan uang subsidi negara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi kita tidak perlu minta kuota lagi kepada DPR dan tidak ada yang dilanggar, karena nanti yang mengganti semuanya itu Pertamina," ujar mantan bos PT Pindad (Persero) itu.
"Pertamina sudah menyetujui, Ibu Rini Soemarno (Menteri BUMN) juga sudah menyetujui," kata Sudirman.