“Kami pastikan selama masa pemerintahan ini, kami akan bangun 10 pabrik gula tambahan. Kalau misalkan swasta tidak ada yang minat bangun, pemerintah yang akan bangun" ujar Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) di Jakarta, kemarin.
Diakui JK, gula merupakan salah satu kebutuhan pokok karena dikonsumsi oleh seluruh golongan masyarakat. Untuk itu, JK menilai pengelolaan gula harus dilakukan secara menyeluruh dari mulai segi produksi hingga konsumsi agar permasalahan gula ini tidak berkepanjangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Indonesia memang akan menuju swasembada pangan, dan gula termasuk salah satu fokus kami. Tapi di luar sana ada banyak sekali mafia pangan yang mengatur harga pangan, termasuk gula. Ini akan kita urusi secepatnya. Jangan bikin malu, impor gula melulu,” tegas JK.
Setali tiga uang dengan JK, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Sofyan Djalil juga mengatakan bahwa masalah produksi gula di Indonesia harus dibenahi. Menurutnya, penambahan produksi gula ini diperlukan untuk mengurangi konsumsi gula rafinasi yang belakangan ini dijadikan pilihan konsumsi.
Sofyan mengatakan bahwa hal tersebut menjadi disinsentif bagi industri gula di Indonesia. Sofyan beserta Jusuf Kalla mengatakan bahwa bukan saatnya pemerintah bungkam dalam menghadapi permasalahan produksi dan konsumsi gula.