"Jadi yang punya batubara bersiap-siaplah akan banyak lagi order. Kita sudah hitung (kebutuhannya) 100 juta atau 150 juta ton kebutuhan dalam negeri (per tahun)," ujar JK di kantornya, Rabu (10/12).
Wapres mengatakan saat ini ekspor komoditas, seperti batubara, kelapa sawit, dan karet, anjlok akibat menurunnya permintaan dunia. Hal itu juga membuat harga jual komoditas tersebut terus mengalami penurunan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kebijakan ini, lanjut JK, juga akan menimbulkan efek berganda ke sektor industri lain. Dampak positifnya juga akan dirasakan oleh para pelaku industri pelayaran karena distribusi batubara akan membutuhkan banyak kapal pengangkut.
Wapres mengatakan industri pelayaran harus punya visi yang jelas dan sejalan dengan pembangunan ekonomi nasional. "Ekonomi akan baik apabila transportasinya teratur. Transportasi baik kalau ekonomi berkembang. Satu pihak saling mempengaruhi, maka keduanya harus berkembang," tuturnya.
Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan kebijakan pemerintah mengalokasikan produksi batubara untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri atau domestic market obligation (DMO) tahun ini tidak mencapai target. Hingga akhir Oktober 2014, alokasi DMO batubara baru mencapai 55 juta ton.