Politisi Partai Golkar ini mencontohkan TKI yang berangkat kerja ke Taiwan harus mempersiapkan biaya sekitar Rp 51 juta untuk membayar biaya-biaya tersebut. Biasanya untuk menutupi dana itu, para TKI menggunakan pinjaman dari rentenir yang mengharuskan mereka mencicil selama tiga tahun dengan bunga mencapai 30 persen per tahun.
"Beban biaya dan potongan untuk kerja di Taiwan bisa 10-11 kali lipat gaji mereka. Mulai dari biaya paspor, biaya agen penyalur TKI, dan bunga. Untuk itu kami usulkan bagaimana pemerintah bisa menyediakan kredit usaha rakyat (KUR) bagi TKI, sehingga bisa membiayai ongkos penempatan dan keberangkatan mereka,” kata Nusron di Kantor Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Senin (15/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT