Dikutip dari situs resmi Kementerian Keuangan, Bambang menyebut faktor eksternal yang menyebabkan rupiah tak berdaya adalah:
1. Aksi spekulan dolar di luar negeri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
2. Turunnya harga minyak yang cukup signifikan.
“Dua investasi yang paling kecil risikonya adalah US Dollar dan US T-Bill. Makanya, terjadi permintaan dolar secara meningkat,” kata Bambang, dikutip Selasa (16/12).
(Baca juga: Harga Minyak Lesu, Investasi Migas 2015 Anjlok 20 Persen)
Sementara dari sisi internal, beberapa faktor yang mempengaruhi pelemahan rupiah adalah:
1. Investor dalam negeri belum merasakan sentimen positif dari segi domestik.
Salah satu indikatornya menurut Bambang adalah belum adanya kepercayaan terhadap pemerintah dalam hal mengelola defisit transaksi berjalan. “Padahal pemerintah terus berusaha untuk menekan defisit agar terus turun,” ujarnya.
2. Inflasi tinggi akibat kenaikan harga BBM.
Terakhir adalah pengaruh inflasi yang tinggi karena kebijakan terhadap BBM bersubsidi yang dilakukan pemerintah. “Jadi karena belum ada sentimen positif dari domestik dan eksternal, ya itu yang membuat rupiah seperti hari ini,” kata Bambang.