"Kita akan membuat dua juta rumah dalam setahun. Itu sudah direvisi Pak Wapres. Rencananya satu juta rumah menggunakan dana APBN dan satu juta sisanya kita bangun menggunakan pihak swasta" jelas Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PR)Basuki Hadimuljono pada acara ada Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) di Hotel Bidakara Jakarta, Kamis (18/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejalan dengan itu, kata Basuki, pemerintah mendorong penggunaan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebagai sarana finansial pembeli rumah. Selain itu, pihaknya berharap PT Taspen (Persero) bersedia memberikan fasilitas bagi masyarakat untuk membiayai pembayaran rumah-rumah pemerintah ini.
Selain membangun rumah, Kementerian PU-PR juga berniat membangun rumah susun bagi keperluan TNI/Polri sebanyak 20 tower yang difokuskan di pulau Jawa. Rencananya, per satu tower bisa menampung 98 unit. Namun, Basuki mengatakan bahwa Presiden menginginkan jumlah tower-tower itu ditambah. Menurut catatan Kemen PU-PR, saat ini terjadi kekurangan hunian sebanyak 15 juta unit, dengan permintaan rata-rata per tahun sekitar 800 ribu unit.
"Pak Jokowi bilang gandakan jumlahnya, jadi mungkin kita gandakan. Tapi masih kita lihat lagi data-datanya berapa yang mungkin kita bangun" katanya.