"Contohnya Thailand. Salah satu Department Store dari negara tersebut sudah membuka gerainya di Indonesia. Artinya apa? Itu sudah indikasi bahwa mereka akan mengeksploitasi pasar Indonesia. Apalagi dengan adanya pasar terbuka ASEAN, mereka akan bawa human capital-nya ke negara ini" jelas Bambang di Jakarta, Jumat (19/12).
Selain Thailand, Bambang juga menyebutkan beberapa kerjasama-kerjasama dengan Singapura yang terkesan menguntungkan negara tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bambang menilai, Indonesia seharusnya tidak takut dalam bernegosiasi dengan perjanjian-perjanjian ekonomi internasional yang berdampak pada perekonomian. Dia mencontohkan perjanjian Asean Banking Integrated Framework (ABIF) antara Malaysia, Singapura, dan Indonesia yang diusahakannya harus menguntungkan Indonesia.
"Sekarang kita sedang melakukan negosiasi yang intens dengan Malaysia. Negosiasinya adalah Malaysia harus mengizinkan pembukaan bank-bank asal Indonesia di Malaysia. Bukan hanya sekedar jadi remittance saja. Kalau mereka sudah melakukan itu, kita baru mau menandatangani ABIF,” tambahnya.
"Apa yang kita ajukan adalah untuk merevisi dan memperbarui kebijakan double taxation dengan Singapura. Keinginan mereka adalah melindungi investornya di Indonesia, begitu pula kita. We better move that way rather than doing nothing,” ujarnya.