Dari pelaksanaan IPO tersebut, perusahaan yang memiliki kode GOLL tersebut berhasil mengantongi dana tunai sebesar Rp 230,4 miliar. Alokasi dana hasil IPO ini akan digunakan untuk belanja modal sebesar 41 persen, akuisisi PT Bailangu Capital Investment sekitar 21 persen, dan akuisisi PT Persada Alam Hijau sebesar 38 persen.
Direktur Utama PT Golden Plantation Budhi Iswanto Suwito mengatakan bahwa upaya ini adalah langkah awal korporasi untuk menjadi perusahaan publik. "Pelaksanaan IPO kami kali ini merupakan tantangan baru bagi Golden Plantation untuk meningkatkan kepercayaan investor kepada kami" ujar Budhi di Jakarta, Selasa (23/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pada tanggal-tanggal tersebut kita mengalami oversubscribed sebanyak 44,7 kali dari porsi pooling" tambahnya.
Untuk membantu IPO nya, Golden Plantation menunjuk PT CIMB Securities Indonesia didapuk sebagai Penjamin Pelaksana Efek bagi perseroan.