Dalam salah satu bill of lading atau dokumen penerimaan barang impor (minyak) tercatat, Pertamina memiliki kerjasama dengan perusahaan trader minyak asal Singapura yakni Trafigura Pte Ltd dalam pengadaan bensin RON 88. Fakta ini berseberangan dengan klaim Direktur Pemasaran Pertamina Ahmad Bambang yang mengatakan perseroan sudah tidak lagi mengimpor RON 88 sejak 2012 lalu.
"Disini (bill of lading) jelas tertulis Pertamina masih impor RON 88. Dan saya itu bicara pakai data," ujar Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Migas Faisal Basri di Jakarta, Selasa (23/12) malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Disini juga tertulis jumlah impor, spesifikasi minyak dan lain-lain secara detil. Dokumen ini asli dan berbahaya kalau dipalsukan," kata Faisal.
“Selain joint venture dengan Trafigura, (Pertamina) juga bekerjasama dengan SK Energi. Tapi bagi hasil dengan Trafigura lebih bagus yakni 50:50 sedangkan dengan SK Energy 50:40," ungkap Yusri.
Meski begitu Yusri bilang lantaran kurang menguntungkan, Pertamina diketahui sudah menghentikan kerjasamanya dengan SK Energy. "Katanya kalau dengan SK Energy dihentikan oleh Pak Nawazir sebagai Managing Director Petral Singapore," pungkasnya.