Kepala BPS Suryamin mengatakan peningkatan inflasi disebabkan oleh tingginya inflasi dari sektor transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan. "Sektor transportasi menyumbang paling besar akibat adanya kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) November lalu," ujar Suryamin dalam konferensi pers di kantor BPS, Jakarta, Jumat (2/1).
BPS mencatat inflasi tertinggi terjadi di Merauke 4,53 persen, dan terendah di Meulaboh 1,17 persen. Bensin mengalami kenaikan paling tinggi dengan menyumbang 1,04 persen. Sedangkan tarif listrik menyumbang 0,63 persen, tarif angkutan dalam kota beri andil 0,64 persen, diikuti cabai merah yang menyumbang 0,43 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Realisasi inflasi 2014 tersebut jauh dari perkiraan Gubernur BI Agus D.W. Martowardojo sebelumnya yang memperkirakan realisasi inflasi 2014 akan menembus angka 7,7 persen.
Kendati demikian, BI menjamin dampak kenaikan harga BBM hanya akan berlangsung selama tiga bulan, yang puncaknya terjadi pada bulan lalu. BI optimistis laju inflasi pada tahun depan akan kembali stabil di kisaran 4 persen plus/minus 1 persen. (gen)