Gubernur BI Agus Martowardojo mengakui melesatnya inflasi sepanjang 2014, diluar perkiraan yang dibuat timnya. Dia mengatakan faktor lain yang juga menopang peningkatan inflasi adalah naiknya harga volatile food karena beberapa pangan strategis menanjak harganya. Selain itu, penaikan BBM pada awal pemerintahan juga masih memiliki efek terhadap inflasi.
“Kami sudah diajak pemerintah mengamati dan melakukan koordinasi dari pusat ke daerah. Inflasi juga terpengaruh dari biaya transportasi dan kegiatan perayaan Natal serta Tahun Baru,” ujarnya di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (2/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Panen raya pada Maret dan April bisa mundur,” katanya.
Sebelumnya Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin mengumumkan hasil pantauan di 82 kota pada Desember 2014 terjadi inflasi sebesar 2,46 persen. Sementara sepanjang Januari-Desember 2014 tercatat inflasi sebesar 8,36 persen atau melapaui target dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2014 yakni sebesar 5,3 persen. (gen)