Sedangkan harga rata-rata minyak nasional Sumatera Light Crude (SLC) selama 2014 mencapai US$ 98,63 per barel. Harga SLC tertinggi terjadi pada Maret sebesar US$ 112,46 per barel dan terendah Desember US$ 60 per barel.
Dibandingkan 2013, harga rata-rata ICP maupun SLC sepanjang 2014 mengalami penurunan. Pada 2013, rata-rata ICP mencapai US$ 105,85 per barel sedangkan harga SLC mencapai US$ 108,15 per barel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro memastikan rata-rata harga ICP tersebut lebih rendah dibandingkan asumsi yang ditetapkan pemerintah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan 2014 sebesar US$ 105 per barel. “Namun realisasi ICP yang lebih rendah ini hanya berdampak positif dan negatif terhadap fiskal karena di satu sisi mengurangi beban subsidi energi dan di sisi lain mengurangi penerimaan negara dari sektor migas,” ujar Bambang beberapa waktu lalu.
(Baca juga: Penerimaan Hulu Migas 2014 Capai Rp 320,25 Triliun) (gen)