Witschel menjelaskan komitmen Ferrostaal untuk berinvestasi di Indonesia sudah disampaikan kepada Pemerintah Indonesia saat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) masih menjabat sebagai presiden.
"Jika sebelumnya dibawah Presiden Yudhoyono kami berhenti pada tahap rencana, sekarang kami siap mengimplementasikan," ujar Witschel usai bertemu dengan JK di kantornya, Senin (12/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Namun kami belum dapat pastikan untuk lokasi dan kapan dimulainya proyek ini," ucapnya.
Pada Maret 2013 lalu, SBY telah melakukan pertemuan dengan Direktur dari Ferrostaal GmbH Klaus Lesker, di Berlin, Jerman. Ketika itu Ferrostaal berkomitmen membangun pabrik petrokimia senilai US$ 2 miliar atau kurang lebih Rp 19 triliun di Papua Barat.
Pabrik tersebut ditargetkan beroperasi pada 2019 di Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat. (gen)