Jarman, Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjelaskan tambahan kapasitas listrik tersebut berasal dari rencana pembangunan 508 pembangkit listrik yang akan dibangun selama pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla.
Dia mengatakan proyek pembangkit tersebut terdiri dari 243 proyek yang dibangun PT PLN (Persero) berkapasitas total 18.460,5 MW, dan 265 proyek lainnya dikerjakan oleh perusahaan listrik swasta atau (Independent Power Producer/IPP) sebesar 24.507,36 MW.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jarman menuturkan untuk menghindari ancaman krisis listrik, pemerintah dituntut untuk bekerja lebih cepat. Untuk itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said diketahui telah menerbitkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 3 Tahun 2015 Tentang Prosedur Pembelian Tenaga Listrik dan Harga Patokan Pembelian Tenaga Listrik dari PLTU Mulut Tambang, PLTU Batubara, PLTG/PLTMG, dan PLTA oleh PLN melalui pemilihan langsung dan penunjukan langsung.
Selain Permen ESDM, Sudirman juga membentuk Unit Pelaksana Program Pembangunan Ketenagalistrikan Nasional (UP3KN) sebagai project management office (PMO) untuk proyek ketenagalistrikan nasional. Sudirman telah menunjuk mantan Direktur Utama PLN Nur Pamudji dan mantan Anggota Unit Kerja Presiden bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan Agung Wicaksono untuk membidani unit tersebut.
"PMO akan dibidani oleh Nur Pamudji yang dikenal berpengalaman dalam ketenagalistrikan karena pernah menjadi Dirut PLN, dan juga Agung Wicaksono sebagai PIC yang memiliki pengalaman di UKP4," tutur Sudirman (gen)