"Konversi BBM ke BBG masih akan terus dilakukan secara masif. Tapi kita akan studi dulu mengenai jumlah nelayan sekaligus spesifikasi tabung (gas) yang cocok untuk mereka. Lalu dari sisi keselamatan setelah digunakan juga akan dikaji," kata Pelaksana tugas Direktur Jenderal Minyak dan Gas Kementerian ESDM Naryanto Wagimin, Rabu (14/1).
Naryanto menerangkan suatu studi dilakukan untuk mengetahui secara valid jumlah nelayan dan kapal di Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), saat ini terdapat sedikitnya 4,7 juta nelayan yang tersebar di beberapa wilayah. Sedangkan data lainnya menyebut saat ini terdapat 15 juta nelayan. "Nah data mana yang mau dipakai, kita tidak dapat dokumennya. Sehingga kita harus mengadakan studi sendiri," katanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain converter kit, tahun ini pemerintah juga berencana membangun jaringan gas bumi untuk rumah tangga di dua lokasi dengan jumlah masing-masing sebanyak 8 ribu sambungan rumah.
"Tambahan ini untuk belanja modal. Prioritasnya untuk listrik di daerah terpencil dan terluar, serta infrastruktur gas," tutur Sudirman.
Dari angka Rp 5 triliun tersebut, pemerintah akan menyisihkan dana sebesar Rp 4,6 triliun untuk memulai program konversi. Adapun sisa dana sekitar Rp 400 miliar akan dipakai untuk mendanai proyek 47 pembangkit listrik di beberapa daerah terpencil dan terluar Indonesia yang diprediksi menelan biaya investasi sebesar Rp 1 triliun. (gen)