Berdasarkan data yang diperoleh CNN Indonesia, jumlah dana kelolaan terbesar Bahana Investment pada 2014 berasal dari produk Reksadana Terbuka sebesar Rp 12,12 triliun. Jumlah tersebut disusul kontribusi dari discretionary account sebesar Rp 6,94 triliun, capital protected funds Rp 6,3 triliun, dan index fund Rp 1,83 triliun.
“Pertumbuhan dana kelolaan 2014 tersebut merupakan data per 11 Desember 2014. Jumlah tersebut di atas target kami yang hanya mencapai Rp 25 triliun. Oleh karena itu, pada tahun ini kami ingin targetkan pertumbuhan yang rasional,” ujar Presiden Direktur Bahana TCW Investment Edward Lubis dikutip Kamis (15/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Kami akan terus tingkatkan dana kelolaan dengan meluncurkan produk-produk baru. Targetnya setiap bulan akan ada satu produk baru,” ungkapnya.
Sementara produk reksadana terproteksi memiliki dana kelolaan tertinggi kedua yaitu sebesar Rp 42,26 triliun atau 18,07 persen. Disusul produk reksadana pendapatan tetap dengan dana kelolaan Rp 34,15 triliun atau 14,6 persen.
Lebih lanjut, produk reksadana campuran menyusul dengan dana kelolaan Rp 21,93 triliun atau 9,38 persen. Jumlah itu disusul reksadana pasar uang Rp 20,35 triliun atau 8,7 persen. Sementara reksadana indeks memiliki dana kelolaan terkecil yakni sebesar Rp 3,75 triliun atau 1,6 persen (gen)