Seperti dilansir CNN Money, Union Bank of Switzerland (UBS) menilai bahwa kebijakan bank sentral Swiss ini akan menyebabkan pertumbuhan ekonomi menjadi sebesar 0,5 persen dari sebesar 1,8 persen di tahun ini. Hal ini dikarenakan eksportir asal Swiss akan menerima insentif yang lebih rendah menyusul nilai mata uang negara lain yang lebih murah ketimbang mata uang Franc Swiss.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Financial Times menilai jika mata uang Swiss Franc tetap memiliki nilai tukar seperti ini, maka rata-rata pengembalian kembali hipotek biayanya akan naik 17 persen dan akan menyebabkan kekhawatiran akan adanya potensi default atau bangkrut.
Swiss National Bank (SNB) mencabut batas bawah nilai tukar dan menurunkan bunga simpanan, menyebabkan nilai tukar euro melorot. Kebijakan ini dinilai mempertegas situasi ekonomi global yang sedang memasuki era deflasi dan menuju resesi.
Untuk diketahui, SNB mencabut batas bawah nilai tukar 1,20 franc per euro. Lebih lanjt, SNB juga memangkas bunga simpanan menjadi -0,75 persen dari sebelumnya -0,25 persen untuk menahan dana masuk ke Swiss (gir/gir)