Rincian subsidi energi tersebut terdiri dari subsidi bahan bakar minyak (BBM) sebesar Rp 81,8 triliun dan subsidi listrik Rp 76,6 triliun.
"Ini fakta bahwa dalam sepuluh tahun ini anggaran belanja kementerian/lembaga (KL) lebih rendah karena subsidi. Paling tidak 2015 ini kita coba belanja K/L lebih tinggi daripada belanja non K/L dan lebih berfokus pada infrastruktur," ujar Menteri Keuangan Bambang P.S Brodjonegoro saat menyampaikan RAPBN 2015 di gedung DPR, Jakarta, Senin (19/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bagaimana nanti ini digunakan untuk merealisasikan visi dan misi Presiden Jokowi (Joko Widodo) dan sebagai upaya mendorong perekonomian," ujarnya.
Anggaran tersebut akan difokuskan untuk proyek-proyek prioritas. Misalkan infrastruktur yang mendukung pertumbuhan ekonomi dialokasikan sebesar Rp 49,8 triliun. Sementara yang dialokasikan untuk program kedaulatan pangan sebesar Rp 25,8 triliun.
Sementara untuk sektor energi dan kelistrikan pemerintah mengalokasikan Rp 5 triliun untuk pembangunan pembangkit listrik baru dan transmisi.
"Alokasi ini digunakan untuk pembangunan transmisi, pembangkit terutama. Kami akan fokus di penguatan BUMN dan antisipasi sektor swasta dengan meminta PLN dan swasta untuk membangun pembangkit sedangkan transmisi akan ditangani pemerintah," ujarnya. (gen)