Untuk diketahui, pada tahap pra kualifikasi, tender proyek ini banyak diikuti oleh investor Jepang yang memiliki usaha di kawasan industri Cikarang dan Jababeka. Hal ini menambah kemungkinan bahwa proyek ini menjadi salah satu dari rencana investasi Jepang yang batal. (Baca: Batalkan Tiga Proyek Investasi, Jepang Tetap Lirik Indonesia)
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Andrinof A Chaniago mengaku, pemerintah masih meninjau rencana pembangunan pelabuhan Cilamaya dari berbagai aspek sebab terlalu banyak masalah yang dihadapi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau dibangun tahun ini, tentu seluruh kajian harus selesai dong. Sedangkan untuk melaksanakan kajian enggak bisa cepat-cepat. Jadi bisa batal, bisa enggak. Karena sangat bergantung pada hasil kajian," tegasnya.
Sekadar informasi, Bappenas akan melakukan kajian pelabuhan Cilamaya lebih menyeluruh dengan melihat dampak alih fungsi lahan pertanian padi maupun potensi kerugian karena bertabrakan dengan pipa migas milik PT Pertamina (Persero). (gir/gir)