“Realisasi produksi tersebut meningkat 8 persen dibandingkan jumlah produksi 2013 sebanyak 52,27 juta ton. Naiknya jumlah produksi karena kontraktor tambang kami bekerja dengan baik dan kondisi cuaca relatif normal,” ujar General Manager dan Head of Corporate Secretary and Investor Relations Division Adaro Cameron Tough melalui siaran dikutip Jumat (30/1).
Menurut Tough, produksi 56,21 juta ton batubara tersebut dihasilkan oleh dua anak perusahaan Adaro yaitu PT Adaro Indonesia dan Balangan Coal melalui PT Semesta Centramas. Kontribusi terbesar produksi tersebut dihasilkan dari tambang Tutupan, Kalimantan Selatan sebesar 43,53 juta ton pada 2014. Sedangkan kontribusi dari tambang Wara menurun dari 7,87 juta ton pada 2013 menjadi 5,71 juta ton pada 2014.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Sementara India sangat tinggi penggunaan batubaranya untuk pembangkit listrik. Gangguan pasokan batubara yang mereka alami dari perusahaan domestik membuat Adaro bisa memasok 20 juta ton hanya pada kuartal IV 2014 saja,” jelasnya.
“Impor batubara di India diharapkan terus berkembang di tahun 2015 karena pasokan domestik yang lebih rendah dari yang diperkirakan dan pertumbuhan permintaan secara terus-menerus. Sementara permintaan batubara lokal tumbuh stabil sepanjang tahun, meskipun pada awal tahun tidak seperti yang diharapkan karena penundaan beroperasinya pembangkit listrik bertenaga batubara,” kata Tough.
Untuk jangka panjang, Adaro memperkirakan permintaan batubara akan kembali meningkat seiring dengan rencana Pemerintahan Jokowi yang ingin membangun pembangkit listrik bertenaga batubara yang baru,” ujarnya.