"Smelter Freeport harus dibangun di Papua dari sejak awal. Tapi masalahnya yang membangun itu bukan pemerintah tetapi Freeport, jadi sekarang diminta membangun smelter ya harus begitu," ujar JK di kantornya, Jum'at (30/1).
Salah satu hambatan yang akan dihadapi perusahaan Amerika Serikat tersebut menurutnya adalah membangun pembangkit yang akan mengalirkan listrik ke smelter tersebut. Selain smelter di Papua, Freeport juga diwajibkan pemerintah membangun smelter di Gresik, Jawa Timur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya Presiden Direktur Freeport Maroef Sjamsuddin menargetkan dalam waktu enam bulan ke depan, pabrik pengolahan dan pemurnian bahan tambang atau smelter di Gresik, Jawa Timur sudah mulai dibangun.
“Target kami kalau bisa dalam enam bulan bisa mulai bangun,” ujar Maroef di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jumat (23/1).
Sementara, rencana pembangunan smelter di Papua menurutnya masih dalam tahap kajian. "Alasan mengapa kami memprioritaskan smelter di Gresik karena produk sampingan seperti asam sulfat bisa digunakan untuk bahan baku pupuk Petrokimia. Tapi bukan berarti kita tidak melaksanakan di Papua, saya tidak pernah bilang," katanya. (gen)