Skytrax rutin melakukan riset terhadap industri penerbangan internasional. Mereka mensurvei lebih dari 600 maskapai di seluruh dunia dan mengurutkan mereka berdasarkan kualitas pelayanan, makanan di pesawat, skill awak kabin, usia armada, dan efisiensi.
Air Koryo jadi yang terburuk lantaran usia pesawatnya yang kebanyakan sudah tua dan praktek pelayanan di kabinnya sudah ketinggalan zaman. Selain itu, selama 20 tahun terakhir Air Koryo tak pernah membeli pesawat.
Akar maskapai penerbangan Korea Utara ini berasal dari Soviet, yang kini sudah menjadi Rusia. Pada 1950, pemerintahan Korea Utara mendirikan maskapai bernama SOKAO atau Soviet-Nort Korean Airline yang menghubungkan Pyongyang dan Moskow.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada 1992 pemerintah menggantinya jadi Air Koryo. Upaya untuk memodernisasi armada Air Koryo terganggu oleh sanksi ekonomi internasional terhadap Korea Utara.
Tapi Sam Chui, seorang traveler yang suka bepergian dengan pesawat terbang, tak sependapat bahwa Air Koryo adalah yang terburuk. Chui sudah beberapa kali terbang dengan Air Koryo. Dia bilang layanan maskapai itu cukup memuaskan.
Hobi yang mahal. Untuk membiayai hobinya itu, Chui bekerja sebagai investor pasar keuangan di tempat tinggalnya saat ini, Uni Emirat Arab. Kalau dihitung-hitung, kata dia, duit yang dihabiskannya untuk hobi itu bisa untuk membeli beberapa rumah.
Beberapa pencapaian Chui antara lain: duduk di penerbangan perpisahan DC-8 dan Boeing 707, salah satu penerbangan terakhir pesawat supersonik Concorde, ikut dalam uji terbang pertama pesawat terbesar di dunia, Airbus A380, dan inaugurasi penerbangan Airbus A350. Dan tentu saja, terbang dengan maskapai Korea Utara, negeri yang amat tertutup.
“Mereka hanya memakai peralatan yang berbeda, tapi selaku penyuka penerbangan, kami menyukainya,” tutur Chui, tentang pelayanan di Air Koryo, seperti dikutip CNN pada Jumat (30/1).
Bernie Leighton, warga Kanada yang juga menyukai terbang, mengatakan armada yang dipakai Air Koryo memang terbilang tua tapi cukup terawat dengan baik. “Interiornya memang mengesankan tua, tapi sangat terawat,” tuturnya.