"Walaupun pemerintah belum memutuskan apa-apa, tapi saya selalu menekankan bahwa smelter harus dibangun di dekat area produksi. Mereka harus bangun smelter di area operasi yaitu di Papua," ujar Menteri ESDM Sudirman Said di sela rapat bersama Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Selasa (3/2).
Sudirman menjelaskan, untuk bisa merealisasikan rencana tersebut dia mengaku akan kembali bertemu manajemen Freeport guna membahas rencana pembangunan smelter di Papua. Saat ini, pemerintah masih menimbang sejumlah opsi dan regulasi terkait permintaan yang diusulkan oleh Pemerintah Daerah di Papua tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu Ketua Komisi VII DPR Kardaya Warnika menyambut baik rencana pemerintah yang menginginkan Freeport membangun smelter di Papua. "Bahkan kami ada kajian buat panitia kerja untuk mengatasi masalah Freeport. Tapi kami tetap prioritaskan Freeport bangun smelter di Papua," ujar Kardaya.
Namun menurut Kardaya, Komisi VII akan terus mengingatkan agar pemerintah tak gegabah memberi izin ekspor bagi perusahaan tambang asal Amerika Serikat tersebut meski manajemen sudah berjanji akan membangun smelter. “Sekarang berdasarkan Undang-Undang Minerba kan tidak boleh ekspor kalau belum memiliki smelter. Kemarin sudah disampaikan oleh Pemerintah bahwa ada Peraturan Pemerintah yang memperbolehkan, namun dengan sendirinya batal karena bertentangan dengan Undang-Undang,” tegasnya.
“Saya rasa kendalanya nanti akan terkait dengan pembangunan listrik," ucap JK. (gen)