“Intinya kami akan panggil dulu pihak Lion Air dan minta penjelasan. Nanti baru kita tentukan apa sanksi yang bakal diberikan kepada maskapai tersebut,” ujar Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan, JA Barata kepada CNN Indonesia, Jumat (20/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menjelaskan, rata-rata penerbangan memang kerap kali mengalami hal serupa terkait keterlambatan jam penerbangan. Namun, masih dalam batas waktu yang wajar. Untuk itu, Barata masih ingin mendengar penjelasan konkrit dari Lion Air mengenai hal ini.
Seperti diketahui, tertundanya penerbangan pesawat-pesawat milik dua maskapai di bawah bendera Lion Group yaitu PT Lion Mentari Airlines dan PT Batik Air telah membuat ricuh para penumpang yang semakin bertumpuk di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng sejak Rabu (18/2) kemarin, hingga Kamis (19/2) ini.
Berdasarkan pantauan CNN Indonesia, setidaknya ada 54 penerbangan pesawat Lion Group yang delay selama dua hari di terminal 1 dan terminal 3 Soekarno-Hatta. Di terminal 1, tercatat ada lima pesawat Lion Air yang sesuai jadwal seharusnya diterbangkan kemarin namun ternyata baru hari ini lepas landas.
Sementara hari ini, tercatat sudah ada tiga penerbangan yang mengalami delay selama lebih dari dua jam. Di samping penerbangan-penerbangan tersebut, saat ini juga terdapat 10 penerbangan Lion Group yang mengalami delay di bawah dua jam. Tidak hanya di terminal 1, CNN Indonesia juga mencatat ada 36 jadwal penerbangan pesawat Lion Group di terminal 3 yang mengalami delay. (gir/gir)