"Saya dapat kabar karena pilot dan crew mogok kerja dan demo gara-gara tidak dibayar atau apalah. Jadi bukan karena pesawat menabrak burung. Itu ditutupi oleh staf Lion Air di lokasi," ujar Nawek Aliun, penumpang pesawat Lion Air kepada CNN Indonesia, Jumat (20/2).
Nawek, 33 tahun, sempat mengkonfirmasi kebenaran dari rumor tersebut kepada salah seorang staf Lion Air di terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng. "Dia tidak mengiyakan dan tidak membantah, hanya senyum-senyum saja," tuturnya.
Berdasarkan informasi yang disampaikan petugas, kata Nawek, tertundanya penerbangan karena tidak ada pesawat Lion Air di Bandara Seokarno-Hatta. Namun, kenyataanya berlawanan karena Nawek melihat banyak pesawat berlogo kepala singa berjejer rapi di area parkir pesawat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nawek Aliun berkisah harus menunggu lebih dari tujuh jam untuk masuk ke pesawat Lion Air JT 363 rute Jakarta-Bengkulu. Pesawat JT 363 yang seharusnya berangkat pada pukul 08.00 WIB, baru terbang pada pukul 15.15 WIB.
"Penyebabnya karena pesawat menabrak burung," ujarnya singkat kepada CNN Indonesia, Kamis (19/2) malam.
Untuk lebih jelas, Budi menganjurkan calon penumpang pesawat mengonfirmasi ulang ke pihak maskapai, termasuk kepastian jadwal penerbangan.