Oleh karena itu Amran mengaku masih tidak merekomendasikan impor beras dilakukan pemerintah dalam hal ini Kementerian Perdagangan. Dia yakin stok padi di Indonesia masih aman dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Coba saja cek harga gabah, saat ini normal Rp 4.200-Rp 4.500. Jadi kenapa harga masih tinggi?” katanya di Jakarta Senin (23/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Panen Perdana
Pada Januari, panen padi seluas 621.398 hektare telah menghasilkan 3,2 juta ton GKG atau setara dengan 2 juta ton beras. Kemudian panen Februari seluas 1,3 juta hektare dipekirakan menghasilkan sebesar 6,75 juta ton GKG atau setara 4,25 juta ton beras.
“Jumlah itu tidak kurang sampai bulan ini karena konsumsi beras masyarakat hanya 2,5 juta ton-2,6 juta ton per bulan,” ujarnya.
Apalagi, rumah tangga masyarakat diyakini masih memiliki stok setidaknya 10 kg atau setara dengan 6,7 juta ton secara nasional pada Januari lalu. (gen)