Ekonom dari IPMI International Business School Jimmy M. Rifai Gani menyebutkan ada sekitar lima sampai delapan pedagang beras berskala besar yang mampu mempengaruhi harga beras nasional tersebut.
"Jika pemain beras berskala besar ini berkolusi dan menahan distribusi beras ke masyarakat, otomatis pasar akan terpengaruh. Harganya bisa naik signifikan," ujar Jimmy di Jakarta, Selasa (24/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika mesti mendatangkan beras dari luar negeri, mantan Direktur Utama PT Sarinah itu menambahkan bahwa beras yang diimpor tersebut seharusnya hanya untuk keperluan tertentu dan jenis produknya tidak bisa dihasilkan di Indonesia.
Sebelumnya Menteri Perdagangan Rachmat Gobel menuding ada mafia beras yang menyebabkan harga beras melonjak hingga 30 persen di Jakarta. Rachmat lantas meminta Direktur Utama Perum Bulog untuk menyetop distribusi beras di sejumlah pasar yang janggal dalam menetapkan harga ke konsumen.
Harga beras di Pasar Induk Beras Cipinang sempat menyentuh Rp 12 ribu per kilogram, padahal hitungan Kementerian Perdagangan dan Perum Bulog seharusnya dijual Rp 7.400 per kilogram. (gen)