"Kebutuhan beras di Pasar Induk Cipinang Jakarta itu biasanya rata-rata pasokan per hari sekitar 3000 ton sampai 3500 ton. Sekarang ini pasokannya cuma 1000 ton-1300 ton. Kenapa cuma 1000 ton? Karena panen mundur akibat masa tanam yang juga mundur. Jadi ini bukan kesalahan siapa-siapa, " ujarnya kepada CNN Indonesia, Selasa (24/2).
Saat ini rata-rata harga beras di Pasar Induk Cipinang berkisar antara Rp 10.000 per kilogram (kg) hingga Rp 10.500 per kg tergantung jenis. Sementara berdasarkan pemantauan Kementerian Perdagangan, rata-rata harga beras jenis medium di Jakarta sebesar Rp 10.560 per kg, sedangkan secara nasional berkisar Rp 10.096 per kg.
"Harga beras itu naik sejak November sekitar 20 persen hingga 25 persen, sekarang menjadi Rp 10.000-Rp 10.500 per kg," tutrurnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hal ini biasa terjadi setiap tahunnya karena pada bulan 11, 12 dan 1, 2 masuk masa paceklik dan baru panen raya pada akhir Maret dan April," tuturnya.
"Masalahnya sejak November dan Desember (2014) beras untuk rakyat miskin (Raskin) dihentikan sehingga mereka ikut membeli beras di pasar dan mau tidak mau permintaan bertambah besar," tuturnya.
Seharusnya, lanjut Nelly, pemerintah melakukan intervensi harga beras pada saat harganya melambung tinggi seperti sekarang. Menurutnya, operasi pasar terbuka (OPT), dengan menjatah beras per orang 5 kg kepada pengguna akhir (end user) tidak cukup untuk mengatasi masalah krisis pasok di level distributor atau pedagang.
"Artinya dengan stok yang sekarang ada tidak mengcover semua (pedagang dan masyarakat)," katanya. (ags/gen)