"Highest priority ke Pertamina karena mereka (saat ini) baru menguasai kurang dari 20 persen dari seluruh blok yang ada. Paling tidak kedepannya harusnya 40 persen," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, IGN Wiratmaja Puja di Jakarta, Rabu (25/2).
Dari 32 kontrak migas yang akan habis, Wiratmaja mengatakan Pertamina sudah menawar sedikitnya tiga willayah kerja meliputi ONWJ, Phase A, dan Mahakam. Pemerintah pun berjanji akan mengakomodir permintaan Pertamina tersebut.
"Tapi kalau Pertamina tidak mau akan kami tawarkan ke (kontraktor) existing. Kalau existing tidak mau juga akan kami tender ulang," kata Wiratmaja.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tahun ini, terdapat satu kontrak blok migas yang berakhir yakni Gebang dengan operator JOB Pertamina-ENergi Mega Persada (EMP).
Untuk memastikan PI dapat dimanfaatkan dengan baik, jelas Wiratmaja, pemerintah akan melakukan koordinasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Upaya ini dilakukan untuk mengawasi laporan keuangan dan penggunaan dana dari hasil pengelolaan wilayah kerja migas oleh Pemda. (ags/gen)