"Ruas tol Soroja, atau Soreang-Pasir Koja kini para investornya sudah dalam tahap pra-kualifikasi. Selain tol Soroja, kami juga akan melakukan tender bagi pembangunan dua proyek tol lainnya," ujar Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Kementerian PU-Pera Achmad Ghani Ghazaly di Gedung Kementerian PU-Pera, Kamis (26/2).
Sebelumnya kementerian menyatakan bahwa sudah ada tiga investor yang lolos dalam pra kualifikasi pembangunan tol Soreang-Pasir Koja. Perusahaan-perusahaan tersebut adalah PT Bangun Tjipta Sarana, konsorsium PT Citra Marga Nusaphala Persada, PT Wijaya Karya dan PT Jasa Sarana, serta konsorsium PT Jasa Marga, PT Waskita Karya, dan PT PP.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Kementerian PU-Pera juga akan melelang proyek tol Balikpapan-Samarinda senilai Rp 14,5 triliun dengan panjang 99 km dan proyek tol Malang-Pandaan dengan nilai investasi Rp 2,98 triliun dengan panjang 37,62 km pada tahun ini.
Proyek Mangkrak
Meskipun banyak proyek jalan tol yang akan dilelang, Kementerian PU-Pera juga akan tetap memantau proyek-proyek tol yang masih mangkrak. Bahkan, jika pembangunan-pembangunan tersebut tak segera dijalankan setelah lahannya dibebaskan, maka pemerintah tak akan segan memutus kontrak dengan pemenang tender.
"Sebenarnya masih ada masalah pembebasan lahan Pemalang-Batang dan Batang-Semarang yang kini masih terhambat. Kalau pembebasan lahan selesai dan tidak segera direalisasikan pembangunannya, mending kita lepas saja dan kita cari partner yang lain," tegas Menteri PU-Pera Basuki Hadimuljono.
Dengan ketegasan ini, Basuki berharap proyek tol yang termasuk di dalam proyek tol Trans Jawa sepanjang 1.088 km ini akan selesai dalam waktu yang lebih cepat. "Jika pembebasan lahan ini selesai, semoga proyek tol Trans Jawa segera selesai dalam waktu dua atau tiga tahun saja," pungkasnya. (gen)