Direktur Jenderal Kerja Sama Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan Bachrul Chairi mengatakan, pertemuan ITRC membahas sejumlah isu penting terutama untuk memastikan tindak lanjut hasil-hasil Pertemuan Dewan Menteri ITRC serta mendalami penyebab terpuruknya harga karet dan menemukan solusi bersama.
"Pertemuan membahas isu-isu seperti keseimbangan supply-demand karet alam, upaya stabilisasi harga, peningkatan konsumsi karet alam masing-masing negara anggota, penguatan kerja sama dengan negara-negara produsen karet alam lainnya di ASEAN, yakni Kamboja, Laos, Myanmar, dan Vietnam (CLMV), serta persiapan teknis dalam rangka pembentukan pasar karet regional," ungkap Bachrul dalam keterangan resmi seperti dikutip pada Minggu (26/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kontrol terhadap pasokan karet alam diupayakan oleh negara-negara anggota ITRC untuk mencegah pasokan berlebih dan menyebabkan penurunan harga karet alam dunia," tutur Bachrul.
“Keakuratan data stok dan produksi serta implementasi supply management scheme (SMS) secara disiplin diharapkan berdampak pada menurunnya fluktuasi harga dan spekulasi pasar,” jelasnya
SMS akan lebih memberikan dampak signifikan bagi keseimbangan supply-demand apabila CLMV dapat berpartisipasi untuk mengontrol supply. Untuk itu, ITRC terus berupaya memperkuat dan membangun bentuk-bentuk kerja sama strategis dengan CLMV.
"Upaya ini didukung dengan pemahaman bahwa rendahnya harga karet alam saat ini akan berdampak tidak hanya bagi petani di negara ITRC, namun juga di negara CLMV,” ungkap Deny Kurnia.
Selain mengontrol pasokan, usaha meningkatkan konsumsi karet alam domestik juga sedang diupayakan. Salah satu komite di bawah ITRC, yakni Demand Promotion Scheme Committee (DPSC) bertugas untuk mengupayakan peningkatan penyerapan karet alam di masing-masing negara anggota ITRC.
“Sesuai komitmen ITRC, peningkatan konsumsi karet alam domestik ditargetkan sebesar 10 persen dari total produksi per tahun,” ujarnya.
Di Indonesia sendiri sedang dilakukan pembahasan rencana penyerapan karet alam domestik untuk pembangunan infrastruktur pemerintah dan peningkatan hasil produk industri yang menggunakan karet alam.
"Upaya yang dilakukan itu merupakan bentuk nyata langkah-langkah stabilisasi harga karet alam, khususnya mengembalikan harga pada tingkat yang remuneratif bagi petani," jelasnya. (gir/gir)