Penurunan ini, seperti dilansir oleh kantor berita Reuters, terjadi akibat berlanjutnya pelemahan sektor manufaktur Tiongkok dan tingginya produksi Libya.
Bank sentral Tiongkok melakukan pemotongan suku bunga acuan, sehari sebelum merilis data resmi yang menunjukkan terjadinya penurunan aktivitas manufaktur untuk Februari.
Minyak Brent LCOc1 turun 52 sen ke angka US$ 62.06 per barel, setelah sebelumnya sempat naik 18 persen pada Februari, yang terbesar sejak Mei 2009. Sedangkan minyak Amerika Serikat CLc1 turun 49 sen ke US$ 49,27 per barel, setelah sebelumnya naik 3 persen pada Februari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara di tanah air, harga bahan bakar justru sedang di jalur naik. Harga BBM Premium di luar Jawa-Madura-Bali yang sebelumnya Rp 6.600 per liter naik menjadi Rp 6.800 per liter. (Baca: Besok, Harga Premium Naik Rp 200 Jadi Rp 6.800 Per Liter)
Pemerintah menyatakan penyesuaian harga BBM dilakukan untuk menjaga kestabilan sosial ekonomi pengelolaan harga dan logistik. Selain itu, fluktuasi harga minyak dunia yang masih terjadi juga menjadi pertimbangan.
(ded/ded)