Sementara, lanjut Maryono, di sisi lain, adanya program pembangunan rumah yang masif dapat menggenjot perekonomian nasional. Pasalnya, kata Maryono, hal itu bakal mendorong pertumbuhan industri lain yang terkait dengan pembangunan rumah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menjelaskan, BTN selama ini menjadi integrator stakeholder strategis dalam pemecahan permasalahan perumahan di Indonesia. Pemerintahan Jokowi-JK telah memberikan aspirasi untuk melakukan percepatan penyelesaian backlog perumahan nasional melalui program sejuta rumah untuk rakyat.
Pemerintah kemarin memutuskan menurunkan uang muka perumahan rakyat dari 5 persen menjadi 1 persen dari harga rumah. “Ini sudah disetujui tadi, (penurunan) untuk uang muka karena biasanya orang bisa mencicil bulanannya, karena flat, sehingga akan semakin ringan,” tutur Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimoeljono, di Jakarta, Senin (2/3).
Itu adalah hasil rapat kabinet terbatas yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo, di Istana Kepresidenan. Basuki mengatakan, selain uang muka senilai 1 persen dari harga rumah, pemerintah juga akan memberikan subsidi Rp 4 juta tunai untuk uang muka.
Basuki menjelaskan, sebelumnya uang muka perumahan rakyat adalah 5 persen dari harga rumah ditambah biaya-biaya lain. "Ditambah biaya macam-macam seperti PPN (Pajak Pertambahan Nilai) dan sebagainya itu menjadi sekitar 10 persen. " kata dia.
Ia menambahkan, "Makanya kami jadikan 1 persen ditambah Rp 4 juta cash." (ded/ded)